Antara Gedung Creative Center dan Ekonomi Kreatif di Sumedang

Bangunan baru yang megah di dekat Bunderan Binokasih itu, sebentar lagi akan diresmikan. Nah gedung tersebut adalah Gedung Creative Center Sumedang. Ya, gedung tersebut dibangun dua tahap, tahap pertama dibangun pada tahun 2020 dengan anggaran sekitar 12 milyar, dan tahap kedua tahun 2021 dengan anggaran sekitar 8 milyar.

Nah, wargi Sumedang tentunya sudah penasaran dong untuk apa sih gedung tersebut dibangun?

Gedung Creative Center Masih Dalam Tahap Pembangunan. Foto: Krisnateung

Dalam beberapa artikel di media, gedung tersebut dibangun untuk anak muda Sumedang mencurahkan gagasan dan ide-ide kreatifnya sehingga bisa menghasilkan karya yang ekonomis. Begitu kata Bupati Sumedang dilansir dari eljabar.com

Nah, sebenarnya apa sih hubungan gedung tersebut dengan ekonomi kreatif?

Menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ketika mengunjungi gedung pada bulan lalu, 23 Desember 2021. "Bangkitlah anak muda Sumedang, jangan ke Bandung terus, Kan orang Sumedang hebat-hebat, tapi kalau tidak difasilitasi tidak terlihat kehebatannya. Sekarang dikasih gedung istimewa Creative Center ini." Lanjutnya "Sebentar lagi akan selesai pengerjaan nya. Tolong anak muda Sumedang aktifkan, ramaikan, lahirkan inovasi kreasi, sehingga ekonomi kreatif anak muda Sumedang luar biasa." Begitu kata Gubernur Jawa Barat dilansir dari haibandung.com

Hubungan dengan ekonomi kreatif sangatlah erat gedung tersebut. Kita akan bahas mengenai ekonomi kreatif dulu yah wargi Sumedang.

Menurut Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparbudpora Kabupaten Sumedang ketika diwawancarai oleh tim inimahsumedang.com pada hari Senin, 10 Januari 2021, tentang gedung dan ekonomi kreatif "Sebetulnya tugas pemerintah terhadap pelaku ekonomi kreatif adalah membangun ekosistem ekonomi kreatif dengan memfasilitasi sarana dan prasarana para pelaku ekonomi kreatif, salah satunya Gedung Creative Center. Kaitan dengan Gedung Creative Center, salah satu upaya pemerintah menjadi fasilitator untuk para pelaku ekonomi kreatif, diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan Ekonomi Kreatif, salah untuk meningkatkan perekonomian bagi pelaku dan daerahnya agar kesejahteraan masyarakat meningkat. Begitu kata Kabid Ekraf Disparbudpora Sumedang, Arif Junaedi.

Apa sih ekonomi kreatif tersebut?

Menurut buku 'Ekonomi Kreatif' karya Anggri Puspita, ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh industri kreatif yang mengutamakan peranan kekayaan intelektual. Industri kreatif sendiri digerakkan oleh wirausaha, yaitu orang yang memiliki kemampuan kreatif dan inovatif.
Menurut Valentine Siagian, dalam buku Ekonomi dan Bisnis Indonesia (2020), ekonomi kreatif adalah proses penciptaan, kegiatan produksi dan distribusi barang serta jasa, yang dalam prosesnya membutuhkan kreativitas dan kemampuan intelektual.

Tuh kan, kemampuan intelektual, berarti bisa mencapai sampai mempunyai HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari karya kreatif para pelaku ekonomi kreatif.
Pentingnya pemahaman mengenai HKI di tengah pesatnya digitalisasi juga harus direspons oleh para pelaku ekonomi kreatif. Pasalnya, dengan masifnya penggunaan media sosial tidak menutup kemungkinan suatu ide kreatif menjadi viral, dan berpotensi besar mengalami pencurian ide. Keberadaan HKI bisa menjadi sumber peningkatan penghasilan bagi para pelaku ekonomi kreatif. Misalnya begini, jika suatu ide telah mendapatkan HKI, kemudian digunakan oleh orang lain, maka pemegang hak tersebut berhak mendapatkan royalti atas kepemilikan ide tersebut. Dengan kata lain, produk atau ide yang telah didaftarkan dalam Hak Kekayaan Intelektual akan memberikan manfaat ekonomi bagi pencipta, kreator, pendesain, maupun investor. Penting banget kan!!!

Okeh, kembali lagi kepada ekonomi kreatif, ada 17 subsektor ekonomi kreatif nih wargi Sumedang menurut Kemenkraf yaitu;
1. Pengembang Permainan
2. Arsitektur
3. Desain Interior
4. Musik
5. Seni Rupa
6. Desain Produk
7. Fesyen
8. Kuliner
9. Film, Animasi dan Video
10. Fotografi
11. Desain Komunikasi Visual
12. Televisi dan Radio
13. Kriya
14. Periklanan
15. Seni Pertunjukan
16. Penerbitan
17. Aplikasi

Tentunya di Kabupaten Sumedang sendiri sudah ada para pelaku ekonomi kreatifnya. Semoga dengan adanya gedung dan bersinergi dengan para pelaku ekonomi kreatif, menjadikan Sumedang sebagai kota kreatif. Ya, taraf perekonomiannya bertambah, penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran. Sesuai dengan formula dari ICCN (Indonesia Creative Cities Network) yaitu Catha Ekadaksa, 11 Program Kota Kreatif:
1. Forum Lintas Ekonomi Kreatif
2. Komite Ekonomi Kreatif Pemerintah Daerah
3. Ekosistem Kreatif Kota/kabupaten (Iterasatari)
4. Navigasi Pembangunan Kota
5. Indeks Kota Kreatif
6. Strategi Komunikasi & Narasi
7. Creative City Branding Management
8. Festival Kreatif
9. Musrenbang Kreatif
10. Wirausaha Kreatif Desa X Kota
11. Command Centre

Nah jadi begitu wargi Sumedang, selain membahas gedung Creative Center di Sumedang tapi kita juga harus tahu dulu tentang ekonomi kreatif. Jika ada tambahan silakan tulis di kolom komentar ya, mimin sangat senang sekali bisa sharing.

- Sponsored Ad - post-title
Katen Doe
Penulis

INIMAHSUMEDANG

-

Komentar

wave

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel