Bersama Menuju Lebih Baik di Acara NGOBRAS

Sumedang, 11 Februari 2018
Sumedang Youth and Student Community (SYSC) dan Pemuda Ikhlas The Straight Sumedang menggelar acara Ngobrol Bareng Remaja Sumedang (NGOBRAS) dengan tajuk Lets Get Better Together: Melindungi Generasi Muda Sumedang dari Perilaku Menyimpang. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2018 bertempat di Gedung Negara Sumedang. Mulai berlangsung pada pukul 08.00 hingga selesai.


Acara NGOBRAS menghadirkan narasumber-narasumber yang berasal dari latar belakang yang beragam. Narasumber dari bidang agama menghadirkan Ustadz Ahmad Sodikhin yang khusus membicarakan mengenai perilaku menyimpang khususunya lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang ditinjau dari segi agama. Selanjutnya, narasumber yang membahas mengenai perilaku LGBT dari segi kesehatan dipaparkan oleh seorang dokter muda yakni dr. Harnandhito Yudhitia. Dan narasumber berikutnya berasal dari Pita Merah, sebuah komunitas yang concern dalam penanganan dan pencegahan HIV Aids yakni dokter hewan Rizti.

Acara Ngobras diikuti oleh lebih dari dua ratus peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Acara tersebut bertujuan untuk memberi edukasi kepada remaja-remaja di Sumedang tentang bahaya dari perilaku LGBT. Sebagaimana data yang diperoleh dari Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Sumedang jumlah gay di Sumedang pada tahun 2017 hampir mencapai enam ribu orang. 120 orang di antaranya terkena HIV Aids. Jumlah tersebut diperkirakan semakin meningkat setiap tahunnya.


Di Indonesia, LGBT mulai dipropagandakan sejak tahun 1990 di Jakarta. Mulai bermunculan komunitaskomunitas penyuka sesama jenis, waria, dan sejenisnya. Penyakit HIV Aids hadir tiga tahun sebelumnya yakni pada tahun 1987 di Provinsi Bali.
Banyak yang menilai bahwa LGBT merupakan penyakit keturunan, bawaan lahir, dan panggilan jiwa.
“LGBT dalam istilah medis disebut sebagai mentality disorder atau penyakit kejiwaan. Dan sebagaimana penyakit pada umumnya, tentu saja LGBT juga bisa disembuhkan.” Ujar Harnandhito.
Mengingat bahaya yang ditimbulkan dari perilaku menyimpang LGBT sangatlah serius seperti lebih tinggi terkena resiko HIV Aids, sipilis, kanker serviks, dan sarcoma, perlu tindakan pencegahan yang serius untuk menanggulanginya. “Salah satu cara mudah untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan LGBT adalah dengan menyebarkan informasi mengenai bahaya LGBT ke lingkungan terdekat terlebih dahulu,” ucap Rizti.
Selain itu beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu penyembuhan perilaku menyimpang LGBT adalah dengan melakukan pendekatan psikologis, support lingkungan yang mendukung dan mengajak kepada kebaikan. Untuk solusi yang lebih sistematis butuh peran dari banyak pihak seperti akademisi, politisi, pengusaha, pemerintah, dan media yang turut serta menolak segala bentuk perilaku menyimpang khususnya LBGT.
Keluarga juga berperan penting dalam pembentukan kepribadian. “LGBT tidak timbul dengan sendirinya. Sebaiknya sejak kecil anak-anak sudah diberi pengajaran mengenai perilaku dan pergaulan yang baik itu seperti apa agar tidak terjerumus kepada perilaku yang menyimpang,” ujar Ahmad.
Selain penyampaian yang disampaikan narasumber, Ngobras juga dimeriahkan oleh penampilain nasyid dari siswa-siswa SMAN 1 Sumedang dan hadroh dari SMKN 2 Sumedang. Acara kemudian diakhiri dengan deklarasi remaja Sumedang anti LGBT yang berisikan beberapa poin penting di antaranya : Remaja Sumedang berusaha mencegah perbuatan LGBT di lingkungan terdekat, memberikan informasi yang tepat mengenai bahaya LGBT, ikut serta dalam upaya menciptakan masa depan yang lebih baik bagi remaja Sumedang, dan membenci perilakunya bukan orangnya.
=====================

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Ria Yuliasari-Ketua Divisi Acara NGOBRAS
No HP/Email : 089637878855 / riabunsyam@gmail.com

Facebook Comments
Bersama Menuju Lebih Baik di Acara NGOBRAS

You May Also Like