sumedang-in-move

Gerakan Rakyat Kampung Buricak Burinong di Dusun Cisema

“Inovasi adalah pergerakan yang sangat cepat.” – Bill Gates

Kalimat itulah yang sekiranya cocok untuk menggambarkan keadaan gerakan yang tengah dijalankan oleh Garuda Institute, Coretan Sumedang, Paguyuban Motekar. Sumedang Innovation Move! dengan akronim SumedanginMove! merupakan platform gerakan yang diinisiasi oleh Garuda Institute dan Coretan Sumedang yang berfokus pada kepemudaan dan teknologi. SumedanginMove!#1 mencoba menggarap topik pengembangan pariwisata di daerah Cisema Kecamatan Darmaraja. Maksud utama dari kegiatan ini adalah menjadikan daerah Cisema menjadi objek wisata yang menarik dan inovatif. Dengan sentuhan inovasi, kegiatan ini dapat berprogres dengan cepat hanya dalam hitungan kurang dari tiga minggu efektif.

buricak-burinong
buricak-burinong

Berawal dari tingginya potensi wisata yang dimiliki oleh daerah Cisema, menjadi latarbelakang utama mengapa daerah ini cocok untuk dikembangkan. Letaknya yang strategis, berdekatan dengan pesisir Waduk Jatigede yang merupakan objek wisata skala internasional, topografi yang menanjak landai, kondisi bangunan yang masih baru, kondisi sosial-ekonomi yang masih perlu dikembangkan, lahan yang masih belum termanfaatkan dengan optimal menjadi poin-poin utama mengapa daerah Cisema menjadi pilihan yang tepat untuk dikembangkan.

buricak-burning
buricak-burning

Dengan menerapkan sistem manajemen proyek, tim SumedanginMove!#1 hadir dengan konsep keorganisasian yang sederhana namun efektif, dengan dipimpin oleh seorang Pimpinan Proyek. Hal penting yang harus digaris bawahi mengenai inovasi yang dilakukan dalam manajemen tim SumedanginMove!#1 adalah para birokrat berada dalam struktur manajemen. Hal ini dimaksudkan agar para birokrat dapat memahami dengan detail segala proses yang terjadi mengenai apa saja yang akan terjadi dengan daerah yang menjadi wilayah administrasi mereka. Para birokrat diharapkan untuk mempunyai rasa memiliki yang paling kuat terhadap keberjalanan kegiatan ini. Ketika para birokrat dan pucuk pimpinan warga memiliki rasa kepemilikan dan keinginan berubah yang kuat, maka warga pun akan cenderung berlaku sama.

“Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan.” – Mohammad Hatta

Dari sini maka mobilisasi perubahan dapat digerakan bersama, tidak ada pihak yang merasa lebih bersantai maupun berlelah-lelah. Dalam kondisi seperti itu, maka terciptalah gerakan rakyat yang kuat dan tidak temporer. Tim SumedanginMove!#1 hanya menjadi pematik, namum para warga daerah Cisema sendirilah yang menjadi kobar apinya. SumedanginMove!#1 mencoba mengembalikan gagasan bahwa pembangunan yang berkelanjutan dapat dicapai ketika warga memahami peran dan alasan mengapa mereka perlu bergerak.

buricak-burinong
buricak-burinong

Mengamati pemaparan diatas, maka sebenarnya konsep kegiatan SumedanginMove! lebih cenderung pada community development daripada community service. Community development merupakan kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kegiatan pembangunan sebelumnya (Budimanta, 2003). Sedangkan community service merupakan kegiatan sosial dalam pelayanan masyarakat. Hal utama yang menjadi pembeda besar adalah community development dalam waktu yang sama menjadikan masyarakat sebagai subjek dan objek, sementara community service hanya menjadikan masyarakat sebagai objek. Dengan konsep community development, tingkat keberlanjutan program kelak dapat lebih tinggi karena warga dibimbing untuk mampu mengelola dan memobilisasi segala sumber dayanya dengan mandiri.

Setelah dilakukan banyak survey dan diskusi antara tim SumedanginMove!#1 dengan warga daerah Cisema. Mengerucut pada rencana-rencana kegiatan yang potensial sebagai bentuk pengembangan wisata di daerah Cisema, diantaranya; melakukan pengecatan rumah menjadi berwarna-warni, mengadakan kegiatan kesenian rutin, melukis akses jalan, menanam bunga dan sayuran hijau, membuat instalasi dari barang bekas, mengadakan pelatihan pariwisata dan ekonomi produktif, dan membangun titik-titik strategis untuk berfoto. SumedanginMove!#1 membantu menghadirkan ide-ide inovatif yang kemudian dikolaborasikan dengan gerakan kolektif warga yang ingin berkembang, maka lahirlah sebutan Kampung Buricak Burinong. Dari sisi dampak, kehadiran Kampung Buricak Burinong ini akan mempengaruhi roda kehidupan warga Cisema menjadi lebih baik, seperti peningkatan taraf sosial dan ekonomi, sanitasi dan lingkungan menjadi tertata, perbaikan infrastruktur, kestabilan pendapatan dan mata pencaharian, dsb.

Namun perlu diantisipasi juga terkait kesiapan warga untuk mampu menerima dan terbuka terhadap para wisatawan yang kemungkinan adalah orang-orang baru bahkan warga negara asing, namun dengan tetap mempertahankan kebudayaan dan kearifan lokal setempat. Harapannya Kampung Buricak Burinong ini kelak mampu menjadi aset wisata yang berkelas di Sumedang, dan dikenal dimata internasional. Lebih khususnya, dengan adanya Kampung Buricak Burinong ini menjadi pematik bagi para pengelola destinasi wisata dan Pemerintah Daerah Sumedang untuk lebih berinovasi dalam mengembangkan kawasan-kawasan wisata di Sumedang. Mari mengembalikan tahta Sumedang sebagai Het Paradijs van Java (Surga Jawa).

Facebook Comments
Gerakan Rakyat Kampung Buricak Burinong di Dusun Cisema

You May Also Like