Legenda Mbah dongkol ( kerbau sakti ) versi masyarakat cipaku lama

Dahulu kala di sebuah hutan di kaki gunung surian yang di kelilingi oleh sungai cimanuk hidup lah sekawanan kerbau yang hidup berdampingan dengan hewan lainya . Dari sekawan kerbau tersebut lahirlah seekor kerbau jantan dengan warna putih / bule . Semua kawanan kerbau pun memperhatikan nya dan merasa aneh dan kemudian pimpinan kawanan tersebut datang dan menanyakan ke si ibu kerbau ” mengapa anakmu berwarna putih sangat berbeda dengan kita apakah ini suatu kutukan dari hyang agung untuk kawanan kita ” sang ibu pun menjawab “mohon ampun hamba sungguh tidak tahu atas apa yang terjadi kepada anak hamba ini sehingga ia berbeda dengan yang lain” . Hmm aku akan putuskan bahwa kau dan anakmu aku asingkan dari kawanan ini ujar pemimpin kawanan tersebut . Dan semua kawanan pun menyutujuinya dengan hati lirih dan tetesan air mata sang ibu dengan sangat terpaksa dia dan anaknya pergi meninggalkan kawanan tersebut . Dalam perjalanan sang ibu dengan anaknya mereka tak sengaja menemukan tempat yang indah tak jauh dari sumber mata air yang bernama panyusuhan mereka memutuskan untuk menetap di sana karena jarak nya tidak terlalu jauh dari gunung surian . Hari demi hari waktu demi waktu mereka lalui dan si anak kerbau bule pun beranjak dewasa . Suatu ketika si bule pun bertanya kepada ibunya .” Ibu mengapa aku tidak boleh bergabung dengan kawanan apakah karena aku ini buruk rupa berbeda dengan kalian ? Sang ibu pun tersenyum . Anaku engkau di mata ibu bagaikan batu berkilau yang sangat indah dan tidak ada yang bisa menggantikanya . Lantas mengapa aku tidak boleh menyusul kawanan ke gunung surian ? Dengan berat hati sang ibu pun menceritan awal mula dari semuanya . Dengan hati marah pun sang anak bertekad kembali ke kawanan meski sang ibu telah melarangnya . Sesampainya di kawasan kawanan tersebut si bule pun menjadi bahan cacian dan olok olok oleh kawanan tersebut bahkan tak sedikit yang mengusir nya dan menyeruduk dengan tanduk mereka . Hal itu pun menarik perhatian sang pemimpin kawanan dan dia mendekatinya dan berkata bukankah aku telah mengusirmu dan ibumu karena akan menjadi bencana untuk kawanan ini . Si bule pun menjawab bukankah aku sama seperti kalian ? Dan aku berhak bergabung dengan kawanan ini . Jawaban si bule membuat marah sang pemimpin dengan kekuatan nya langsung dia menyeruduk dengan tanduk nya yang sangat kokoh dan membuat si bule terpental . Namun dia pun berdiri kembali dan mencoba melawan namun pertarungan yang tidak seimbang itu pun di menangkan oleh pimpinan kawanan tersebut . Dengan badan yang terluka parah dan darah bercucuran si bule pun di usir untuk yang kedua kalinya dengan kaki pincang dan tubuh penuh luka dia kembali pulang ke tempat ibunya berada . Di perjalanan pulang hujan lebat pun turun di sertai petir si bule pun terburu buru dan tidak sengaja terperosok ke jurang dan tercebur ke sungai cimanuk dan untungya dia berhasil menyebrang . Konon kejadian si bule terjebur ke sungai cimanuk dinamai leuwi lembu . Si bule pun berjalan tanpa arah karena tersesat saking lelahnya diapun beristirahat di bahan pohon dan tempat istirahat nya pun dinamai cilembu dalam peristirahatanya sang kerbau pun bermimpi di datangi sesosok manusia tua berjenggot yang menamai dirinya sebagai mbah dongkol menyarankan dia untuk bertapa di daerah mata air panyusuhan dan memberikan petunjuk jalan pulang . Tak lama kemudian sang kerbau pun terbangun dan melanjutkan perjalanan setelah sampai ia pun bertemu dengan sang ibu dan menceritakan kejadian yang menimpanya dan ada seorang manusia menyarankan untuk bertapa di patilasan buyut panyusuhan . Sang ibu pun memaklumi dan merestui nya . Selama 40 hari si bule bertapa di tempat tersebut dan pada hari terakhir ada sambaran petir mengenai pohon tempat bersandar si bule dia pun terbangun dan merasa sangat haus hingga meminum mata air panyusuhan tak lama setelah ia minum air keajaiban muncul tubuhnya merasa prima dan kuat mungkin sanghyang agung mengabulkan doa nya . Ia pun mencoba kekuatanya dengan menyeruduk pohon besar dan tumbang seketika . Setelah itu pun dia kembali ke kawanan dan menantang sang pemimpin tersebut konon pertempuran si bule dengan pimpinan kawanan di lakukan di hamparan tanah lapang selama 3 hari 3 malam di karenakan sama sama kuat tanah yang lapang tersebut pun menjadi logak berkelok akibat dari pertempuran tersebut tempat pertarungan itu pun dinamai jami lega . Diakhir pertarungan si bule pun berhasil memukul dengan tanduknya tepat di tengkorak kepala dan mengakibatkan pecah nya kepala pimpinan kawanan tersebut dan mati seketika tak lama kemudian si bule pun menjadi pimpinan kawanan tersebut dan memimpin kawanan dengan bijak tanpa membeda bedakan kawanan . Tempat kerbau putih bertapa kini terletak di bawah mata air panyusuhan yang hampir terendam oleh waduk jati gede . Masyarakat pun sering berziarah dan berdoa untuk menitipkan hewan ternaknya supaya aman . Perlu di ketahui masyarakat cipaku lama menaruh hewan ternaknya di tengah kebun dan hutan jauh dari pemukiman penduduk tanpa khawatir akan kehilangan dan terbukti aman dan hanya ada di kabuyutan cipaku hingga kini waulahualam bisawab semua terjadi karena allah semata .

Sumber : Masyarakat dan hasil olah batin penulis

_________________________________________
Bawa Inspirasi Dunia , Optimalkan Potensi Lokal .
visit us : www.inimahsumedang.com

.
#inimahsumedang
#sumedang #indonesia #jawabarat

Facebook Comments
Legenda Mbah dongkol ( kerbau sakti ) versi masyarakat cipaku lama

You May Also Like