Ngopi Bareng KAI : Kopi Jagur Sumedang diantara Kopi Kopi Nusantara yang sudah beken

Foto diambil dari IG : @komunitaskopinusantara . Acara pembukaan event secara simbolis oleh pihak KAI

 

Sore itu, Selasa, 30 Januari 2018 sebenarnya penulis sedang tidak sengaja akan meliput sesuatu di stasiun kereta api Bandung, ketika itu penulis hanya ingin mengambilkan tiket kereta pesanan kerabat yang besok harinya akan pergi ke Malang. Setibanya di stasiun, ada banyak booth-booth putih berjejer di parkiran sebelah kiri yang kebetulan di hadapan penulis memarkirkan kendaraan, spanduk bertuliskan : NGOPI BARENG KAI 50K Free Cups 2018 terpampang jelas membuat penulis akhirnya sedikit mengerti kalau sore itu ada event mengenai kopi. Ok lah nanti penulis cari tahu lebih lanjut setelah urusan tiket selesai pikir penulis saat itu.

Memasuki area tiketing stasiun ternyata penulis sudah ditodong seorang perempuan cantik berkalung panitia untuk mencicipi sajian kopi yang dia bawa,

“Ayo kang dicicipi kopi gratis, kopi Nusantara loh, ini kopi Wamena, ini dari Takengon, yang ini dari Puntang”. Perempuan berparas cantik itu dengan senyumnya yang ramah menunjukan masing-masing cangkir putih bertuliskan Ngopi Bareng KAI 2018. Penulis pun saat itu memilih mencicipi Kopi Takengon karena penasaran dengan kebekenannya. Rasa asam, aroma wangi yang khas, dan rasa manis alami dari kopi walau tanpa gula begitu terasa dari Kopi Takengon yg penulis cicipi tadi, menarik.

Foto diambil dari IG : @komunitaskopinusantara . Panitia event sedang membagikan kopi gratis di area tiketing stasiun.

 

Dari perempuan yang menjajakan Kopi Gratis tersebutlah akhirnya penulis juga tahu bahwa penulis bisa bertanya-tanya lebih detail mengenai event ini kepada Kang Arif Budiman.

“Cari saja Kang Arif Budiman di booth booth itu kang”. Ungkap perempuan tadi sambil menunjuk ke arah booth putih yang berjajar.

 

Berkenalan dengan Kopi Jagur Sumedang

Sebelum mencicipi bermacam kopi di setiap  booth sengaja penulis menemui dahulu Kang Arif Budiman,

“Event ini diadakan di 13 stasiun kota besar di sepanjang pulau Jawa, 40 kereta api jarak jauh serentak yang bertujuan untuk mengenalkan budaya ngopi yang sehat, kopi kopi khas Nusantara, memfasilitasi para pengusaha kopi lokal mulai dari kedai kopi, roaster, sampai petani untuk mengenalkan produknya, selain juga sebagai charity memperingati hari gizi Nasional, 10% hasil penjualan setiap booth akan disumbangkan untuk para penderita gizi buruk di Bandung”.  Begitulah Kang Arif Budiman, ketua area Bandung untuk event ini menjelaskan mengenai tujuan diadakannya event NGOPI BARENG KAI 2018 ini, setelahnya beliau mempersilahkan penulis untuk mencicipi aneka produk kopi pada setiap booth.

Foto diambil dari IG: @komunitaskopinusantara . Suasana keramaian di booth Kopi Jagur.

 

Penulis singgah hampir di setiap booth untuk mencicipi aneka produk kopi yang mereka sediakan, ada sekitar 15 booth, hampir di setiap booth yang penulis singgahi, para barista dengan riang gembira menjelaskan mengenai produk kopi yang mereka bawa, bagaimana memproses sebuah kopi dari panen hingga siap minum, dan tentu saja menawarkan kopi kopi mereka untuk penulis beli sebagai oleh-oleh.

Kopi kopi beken seperti Kopi Palasari, Kopi Gunung Halu, Kopi Puntang, Kopi Ciwidey, Kopi Temanggung, Kopi Garut, Kopi Gayo, Kopi Flores baik jenis Arabica ataupun Robusta dari bermacam prosessing mulai dari full wash, honey, natural  penulis cicipi. Untung saja penulis tidak sampai mabuk kopi hehe,.

Di hampir penghujung booth setelah mencicipi Cascara, Teh yang diseduh dari kulit Cherry kopi di booth KopiJO Cianjur ternyata ada booth yang membawa Kopi Sumedang dengan nama Kopi Jagur Sumedang, saat itu sang Barista sedang menjelaskan kepada pengunjung dari Bali yang mencicipi Kopi Jagur mengenai cara memproses kopi dengan cara Honey Proses, bahwa cherry kopi dikupas disisakan ari-arinya sebelum lalu dijemur sampai kering, prosessing ini menurut sang Barista selain menimbulkan rasa yang unik juga bisa membuat harga jual kopi tersebut lebih baik, dan petani sudah semestinya harus mulai banyak belajar memproses dengan bermacam metode supaya bisa menjual langsung kepada end user (penikmat kopi) atau Kedai Kopi dengan harga yg baik, dibanding menjual buah Cherry langsung kepada tengkulak dengan harga sangat murah, Semakin menarik saja.

“Rasanya kok mirip kopi Kintamani yah ?”. Perempuan dari Bali itu berkomentar setelah mencicipi Kopi Jagur Sumedang.

Barista di booth Kopi Jagur Sumedang

 

“Kopi Jagur ini kopi varietas baru yang dikembangkan oleh petani Sumedang bernama Pak Engkos Sukarya, kopi Buhun atau kopi zaman dahulu yang pernah ada saat pra kemerdekaan, perkebunan kopi di Jawa Barat sempat punah karena serangan hama karat daun, sebelum pak Engkos Sukarya menemukan sebuah pohon kopi yang masih berbuah lebat tersisa di Gunung Pangadegan Desa Cibiuk, Sumedang. Beliau membibitkan kembali, diujicitarasakan, ditest DNA, sehingga akhirnya menurut Pemprov Jabar  pada tahun 2018 ini bisa disertifikasi sebagai varietas baru. Kenapa dinamakan Jagur, karena daun pada pohon kopi varietas ini Jarang Gugur. Saya ingin mengenalkan bahwa Sumedang mempunyai Kopi Asli Sumedang”. Ungkap sang Barista kepada penulis saat bertanya mengenai Kopi Jagur.

 

“Di event ini kopi Jagur itu ibaratnya naik kelas kang, bisa disejajarkan dengan kopi-kopi dari daerah lainnya yang sudah lebih dulu beken” sang barista menambahkan dilanjut dengan senyumnya.

Ada benarnya juga apa yang diungkapkan barista dari booth kopi Jagur tersebut, dari sekian banyak booth, hanya kopi Jagur lah yang asing di telinga penulis, bahkan bisa disebut belum pernah penulis temukan ada pilihan menu kopi Jagur Sumedang di setiap kedai kopi yang penulis kunjungi. Sungguh sangat menarik dan bermanfaat sekali event NGOPI BARENG KAI 2018 ini, penulis semakin kagum akan kekayaan ragam kopi Nusantara kita ini, dan selayaknya siapapun yang membaca artikel ini memiliki perasaan yang sama dengan penulis.

 

Semoga maju terus kopi Nusantara…

Kopi Jagur Sumedang di event NGOPI BARENG KAI 2018
Facebook Comments
Ngopi Bareng KAI : Kopi Jagur Sumedang diantara Kopi Kopi Nusantara yang sudah beken

You May Also Like