RANGKULAN BERSEJARAH ASIAN GAMES XVIII

Mereka baik-baik saja, mereka saling menghormati dan menghargai. Mereka adalah negarawan, putra terbaik bangsa.

Salah satu momen terbaik dan bersejarah di negeri ini terjadi, ketika masyarakat dipusingkan karena hangatnya suasana menjelang pemilihan presiden dan pemilihan legislatif tahun 2019. Moment ini terjadi ketika mereka menyaksikan Final Pertandingan Pencak Silat pada gelaran Asian Games XVIII yang mempertandingkan wakil dari Indonesia, Hanifan Yudani yang meraih medali emas di cabang olahraga Pencak Silat setelah mengalahkan wakil dari Vietnam.

Sungguh terharu, sebuah kebanggaan bisa menyaksikan kejadian bersejarah ini, Bangga menjadi saksi hidup betapa tentramnya negeri ini ketika kedua putra bangsa yang akan bertarung dalam sebuah sistem politik pemilihan pemimpin negara ini begitu akrab dan saling menghormati. Begitulah seharusnya terjadi, Pertarungan politik ini hanyalah untuk terjadinya konsolidasi kembali dalam persatuan membangun negeri. Apapun yang terjadi, siapapun yang terpilih hanyalah kejadian politik yang sementara, yang harus berlanjut adalah bersama membangun negeri karena negeri ini milik bersama.

Semangat ini yang seharusnya diusung dalam konstalasi politik yang terjadi. Buktikan bahwa kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang Bhineka Tunggal Ika. Keberlangsungan Negara ini adalah yang terpenting.

Dengan kejadian ini, suhu politik yang tengah panas mereda sesaat, seakan menjadi oase di padang pasir gersang yang menjadi tempat istirahat ditengah perjalanan panjang. Sosial media hari ini berlaku seperti sebuah alat yang memisahkan masyarakat menjadi dua kubu yang bersebrangan. Tetapi setelah melihat kejadian ini, ketika Jokowi dan Prabowo saling merangkul seakan membayangkan begitu mudahnya menyelsaikan permasalahan bangsa dengan semangat persatuan, kedua putra terbaik bangsa ini telah membuktikan kenegarawanannya.

Terima kasih telah memberikan sebuah contoh keteladanan terhadap masyarakat dan generasi muda penerus bangsa bagaimana seorang negarawan, memberikan contoh bahwa rivalitas bukan berarti menghilangkan solidaritas.

Kita semua berharap kejadian ini bisa meredakan suasana dan menyadarkan bahwa bangsa ini adalah yang terpenting, keberlajutan negara ini adalah yang harus diperjuangkan. Suasana yang seakan memperlihatkan masyarakat terbelah menjadi dua kubu harus segera dihentikan karena saling beradu ujaran kebencian, fitnah dan saling mencela, yang harusnya terjadi adalah saling mempromosikan gagasan, ide dan pemikiran yang konstruktif untuk membangun bangsa, yang terpenting adalah menjaga suasana bermasyarakat tetap aman, tentram dan nyaman harus terus terjaga dan terus ditingkatkan.

Penyelenggaran Asian Games XVIII ini merupakan salah satu prestasi besar yang dicapai pemerintah yang merefrentasikan kinerja pemerintah. Sebagai tuan rumah Asian Games XVIII ini seharusnya menjadi moment Persatuan bangsa khususnya dalam rangka mendukung Atlet yang berjuang atas nama bangsa Indonesia.

Terimakasih Asian Games XVIII telah meciptakan momment bersejarah, Leluhur telah turun tangan melalui seni bela diri warisan mereka, dengan menuntun Hanifan untuk melakukan semua itu. Mereka datang untuk mengingatkan bahwa perbedaan pilihan ini bukan untuk membuat bangsa ini menjadi terpecah, rivalitas ini bukanlah rivalitas negatif yang menghasilkan suatu suasana tidak aman, resah dan gelisah. Rivalitas ini adalah rivalitas yang saling menghormati dan menghargai, rivalitas dalam meciptakan pemikiran, ide dan gagasan yang beroriantasi terhadap kemajuan bangsa, Rivaitas tanpa menghilangkan solidaritas dan rasa persatuan.

Terimakasih Hanifan Yudani telah maraih medali emas yang “paling emas” pada Gelaran Asian Games XVIII. Indonesia, Energy of Asia!

Bhineka Tunggal Ika, Merdeka!

 

Penulis : FACHRIMENULIZE_
Facebook Comments
RANGKULAN BERSEJARAH ASIAN GAMES XVIII

You May Also Like