Tahu Sumedang kini berusia 100 Tahun

Dirintis tahun 1917, oleh imigran asal China yang datang langsung ke Sumedang melalui pelabuhan Cirebon, camilan yang renyah dan khas ini jadi ikon Sumedang.

Tahu Bungkeng menjadi perintis tahu di Sumedang sejak 1917.

"Saya sebagai cucu dari Bungkeng, sangat bangga hasil olahan buyut menjadi ikon Sumedang menghidupi keluarga kami juga ratusan pengusaha tahu Sumedang serta para pegawainya,” kata Suryadi Ukim (52) pemilik gerai Tahu Bungkeng saat ditemui di tokonya, Rabu (18/1/2017).
.
Cikal bakal Tahu Sumedang ini dibawa oleh seorang imigran asal China bernama Ong Kino yang tiada lain adalah buyut Suryadi yang datang ke Pulau Jawa melalui pelabuhan Cirebon, awal tahun 1900-an.
.
"Sesampai di Sumedang ia langsung mendirikan pabrik tahu di Jalan Sebelas April ini,” ujarnya. Ong Kino memang yang merintis usaha tahu di Sumedang, tetapi yang terkenal perintis tahu adalah Ong Bungkeng yang tidak lain dari anaknya Ong Kino yang menyusul ke Jawa.

Bungkeng sudah meninggal dunia 1994. Usaha tahu diteruskan oleh anaknya, Bah Ukim yang kemudian kini dikelola oleh Suryadi, anaknya Bah Ukim. Ukim mengaku dari tujuh bersaudara hanya dirinya yang meneruskan berdagang tahu.
.
"Dulu, tahu itu hanya makanan yang dimakan orang China, sesekali warga di sekitar mencicipi tahu. Biasanya tahu dibuat kalau ada makan bersama sesama orang China," katanya. Sampai akhirnya, tahu itu dicoba dijual. Singkat cerita kebetulan Dalem Sumedang Pangeran Soeriaatmadja yang akan pergi ke Situraja melewatinya.
.
Bupati Sumedang yang dikenal dengan Pangeran Mekah ini lewat di depan warung Tahu Ong Bungkeng dengan kereta kuda. Ia mencicipi goreng tahu buatan Bungkeng yang terbilang makanan baru saat itu.

Tahu Sumedang kini berusia 100 Tahun

You May Also Like