Tapi ada sedikit titik terang tentang sejarah ngadu muncang ini, dahulu pada masa kerajaan Sunda, ngadu muncang dijadikan alat untuk menunjukan kesaktian. Ingat, untuk kesaktian yah. Dapat disimpulkan bahwa permainan ini sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu kala. Nah tentang kemiri dan gamelan Sari Oneng Mataram, punya cerita tersendiri, dilansir dari virtualtoursumedang, tentang keberadaan Gamelan Sari Oneng Mataram, berasal dari Mataram, hadiah dari ngadu muncang pada abad 17 masa Pangeran Panembahan. Menurut cerita, konon pada abad 17 ada arena perlombangan ngadu muncang di Mataram. Kabupatian Sumedang Larang mengirimkan utusannya untuk ikut serta dalam perlombaan ngadu muncang tersebut. Dalam kegiatan lomba tersebut perwakilan kabupatian Sumedang menjadi pemenangnya dengan mendapat hadiah satu set peralatan Gamelan dari Mataram. Terdiri dari saron, bonang, gong, kendang, ada jenglong dan lainnya. Nama Gamelan Sari Oneng Mataram karena berdasar riwayat ceritanya berasal dari Mataram. Gamelan Sari Oneng Mataram digunakan untuk acara-acara kebesaran kabupatian masa lalu, dalam menyambut tamu-tamu agung yang datang ke Kabupaten Sumedang. Lagu Sora Sari, Sonteng mendapat iringan gamelan Sari Oneng Mataram ini pada zamannya Sekarang Gamelan ini menjadi Gamelan Pusaka dan masih terpelihara di gedung Gamelan Keraton Sumedang Larang.
Sayangnya, hingga kini tidak ada bukti fisik berupa muncang terkuat di daerah kekuasaan Mataram. Pasalnya, konon, muncang Sumedang yang memenangkan sayembara adu muncang ini diserahkan kepada Kerajaan Mataram. Dari fakta tersebut, permainan ngadu muncang telah menjadi bagian kehidupan masyarakat Priangan, termasuk para bangsawan dan keluarganya. Namun, permainan tradisional yang diwariskan turun temurun ini malah dijadikan ajang judi pada kebanyakan orang di zaman sekarang. Makin tahu Indonesia Dari berbagai sumber.
Belum ada komentar.