Gunung Kacapi, Salah Satu Unggulan Desa Kebonjati

Kota Sumedang harita, Kiduleun gunung kacapi, Kutamaya disebutna, Sakalereun palasari, Nyanding walungan hiji, Sisina beulah ti kidul, Tanahna lempar pisan, Awas ningal sakuriling, Ngan dua pal ti kota anu ayeuna. Begitulah sepenggal tulisan dari Babad Sumedang, (pupuh sinom bait 5) mengungkapkan kondisi alam Sumedang ketika beribu kota di Kutamaya pada masa pemerintahan Pangeran Geusan Ulun.

Ada yang sudah pernah naik Gunung Kacapi? Tentunya seru banget dong, melihat pemukiman dari puncak Gunung Kacapi. Gunung Kacapi merupakan sebuah gunung kecil yang berada di sebelah utara Sumedang. Tepatnya berlokasi di wilayah Desa Kebon Jati Kecamatan Sumedang Utara. 

Gunung Kacapi, termasuk gunung kecil dan tidak terlalu tinggi, sehingga lebih mirip sebagai bukit. Ketinggiannya sekitar 678 meter di atas permukaan laut. Gunung Kacapi memiliki tebing yang curam di sebelah timurnya. 

Tebing dengan ketinggian sekitar 50 meter ini tersusun dari bebatuan andesit yang memiliki variasi tebing vertikal juga memiliki overhang dan karakteristik slap. Sudah cukup banyak jalur yang biasa dilalui di tebing ini dengan banyaknya hanger sehingga bisa dijadikan jalur untuk olah raga panjat tebing. Hanger ini ditancapkan menggunakan bor sehingga tambatannya kuat untuk digunakan panjat tebing yang nyaris berdiri tegak.

Pada saat peringatan Hari Ulang Tahun Indonesia, tebing tersebut pernah digunakan untuk membentangkan bendera Merah Putih raksasa. Bendera Merah Putih tersebut dibentangkan oleh pemanjat yang berasal dari kalangan penggiat alam terbuka Plester dan Garjamara UPI Kampus Sumedang, atlet panjat Sumedang dan anggota TNI.

Wah, apakah tahun ini ada kegiatan seperti itu lagi?

Daerah gunung tersebut, terdapat situs makam keramat Gunung Kacapi. Menurut informasi sebagaimana yang disajikan oleh masyarakat sekitar Gunung Kacapi memiliki kepercayaan bahwa jika Gunung Kacapi sudah terbakar, merupakan pertanda akan datangnya hujan. Sehingga jika terjadi kebakaran di wilayah Gunung Kacapi, tidak menjadikan masyarakat sekitar resah tapi disambut dengan suka cita.

Percaya atau tidak, itu hanya beberapa cerita dari masyarakat yang turun temurun hingga sekarang. Oh iya, dan mimin pun belum menemukan kenapa gunung tersebut dinamakan gunung kacapi. Apakah mungkin dulunya ada kacapi di atas sana? Silakan tulis di kolom komentar yah.

Komentar

wave
  • John Doe

    Shanna

    Nov 01, 2022 10:32

    Hi there! І know this is kind of off topic but I was wondering which blog platform are you using for this website? I'm getting fed up of Wordpress because I've had issues with hackers and Ӏ'm looking at alternatives for another platform. I would be

  • John Doe

    Kasey

    Mar 16, 2023 00:28

    %%

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel

<<<<<<< HEAD ======= >>>>>>> 22907a91d5212753ed2de3bbf69bb3b53a692828