Hanya di Tatar Pasundan Ubi Karamel Ditemukan

 

Dimanakah tatar Pasundan yang dimaksud itu?

Ya, salah satu Tatar Pasundan yang dianugerahi sebuah keunikan tersendiri dari Tuhan Ysng Maha Esa yaitu Kabupaten Sumedang. Selain dikenal dengan tahu nya itu, Sumedang merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki luas wilayah 153,124 hektar dan menyimpan banyak sekali potensi sumber daya alam terutama di sektor pariwisata, kerajinan tradisional, peternakan, makanan khas, kebudayaan, kehutanan, hingga pertanian. 

Meski belum berkembang secara maksimal, semua komoditas dan potensi itu sedang dikembangkan. Selain bertujuan untuk memajukan dan mengenalkannya kepada khalayak luas, juga untuk meningkatkan produksi dan arus wisatwan yang datang.

Hal itu juga didukung oleh letak Negara kita yang dikelilingi gunung berapi, menjadikan Indonesia memiliki kualitas tanah yang subur dan bermacam-macam. Salah satunya yaitu unsur tanah yang ada di Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang yang terkenal dengan kualitas ubinya karena sangat baik dan sedikit unik dari ubi-ubi yang ada di seluruh Indonesia.

Mengapa begitu?

Karena karakteristik ubi cilembu ini dapat keluar ketika ditanan dan dipanen dari Desa Cilembu saja. Desa Cilembu sendiri terletak di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Berada pada dataran tinggi tepatnya di kaki gunung Kareumbi yang berhawa dingin nan menyejukkan (Imanuddin,2016). 

Namun hal ini ternyata memiliki sebab, bukan karena Sumedang masih sangat kental dengan kebudayaan-nya ya, tetapi setelah diteliti kembali mengapa ubi cilembu ketika ditanam di tempat lain malah jadi ubi biasa itu karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Desa Cilembu memiliki unsur tanah yang unik dan itulah yang menyebabkan ubi khas Cilembu ini memiliki tekstur karamel-karamel gitu. 

Menurut petani cilembu juga ketika kita membeli ubi bakar cilembu di kota lain terdapat perbedaan rasa ketika kita membeli langsung dari Desa Cilembu atau dari luar Sumedang. 

Nah, akses ke desa Cilembu ini dapat di tempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Jarak dari pusat kota Sumedang menuju Desa Cilembu yakni 18 KM, jika menggukanan kendaraan roda dua dapat ditempuh sekitar 45 menit. 

Serta lokasinya yang tidak jauh dari Exit Tol dapat memudahkan akses bagi para pengunjung, Jika pengunjung menggunakan kendaraan roda empat dan berasal daerah Bandung dan sekitarnya, dapat menggunakan akses Jalan Tol Cisumdawu kemudian keluar di Exit Tol Pamulihan.

Berdasarkan letak dan kondisi geografis yang baik ini menjadikan Desa Cilembu cocok untuk dijadikan sebagai lokasi ekowisata. Inovasi ini merupakan sebuah solusi dari kebutuhan masyarakat. Karena dengan adanya ekowisata dapat memberikan peluang usaha khususnya di bidang pariwisata dan pengolahan hasil pertanian di Desa Cilembu yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi pengembangan desa dan sumber daya manusia di Desa Cilembu. Inovasi ini merupakan hal yang baru dan innovative, dikarenakan bukan hanya mendapatkan manfaat dari segi ekonomi, namun juga edukasi dan sosial budaya.

Kemudian harapannya Desa Wisata Cilembu dapat memberikan pengalam baru kepada wisatawan, dimana wisatawan dapat mengenal Ubi Cilembu dan  ikut serta dalam proses penanaman ubi mulai dari pembibitan hingga pemanenan. 

Selain itu juga wisatawan dapat belajar mengenai pengolahan Ubi menjadi makanan siap saji. Pengembangan Desa Wisata Desa Cilembu ini nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, karena masyarakat Desa Cilembu berperan menjadi pengelola wisata.

 

Oleh: Rosalini Brelianty Widyaningrum

Komentar

wave
  • John Doe

    Eloisa

    Oct 28, 2022 23:40

    %%

  • John Doe

    Josefina

    Nov 17, 2022 15:27

    %%

  • John Doe

    Wilfred

    Mar 25, 2024 22:35

    12 Companies That Are Leading The Way In Star Porn Kayleigh Wanless photos

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel