Keindahan Curug Seke, Bukti Het Paradijs Van Java

Wijnand Kerkhoff penulis asal Belanda dalam bukunya “Het Paradijs Van Java” (1939). Dalam buku tersebut dijelaskan bagaimana keadaan Kabupaten Sumedang pada tahun 1880-an. Digambarkan keadaan masyarakat pada saat itu dimulai dari kehidupan sosial, kehidupan budaya serta keindahan alam tersembunyi yang dimiliki Kabupaten Sumedang saat itu. 

Hal tersebut dibuktikan dengan lampiran foto-foto hasil jeptretan photographer Johan Koning yang kemudian ditulis oleh Wijnand Kerkhoff dalam Bahasa Belanda. 

Kuliner Kabupaten Sumedang memang sudah tak asing lagi, Tahu merupakan primadona dan ikon Kabupaten Sumedang dari dulu hingga saat ini. Tahu sumedang sangat terkenal dengan tekstur dan rasa gurih yang tak ada tandingannya. Bahkan cita rasa Tahu Sumedang ini sudah diketahui oleh seluruh penjuru di negeri ini. 

Sumedang kota leutik camperenik ketika menginjakan kaki di kabupaten ini kita akan disuguhi barisan bukit mengelilingi, sungai panjang menyusuri serta pohon-pohon menjulang tinggi. 

Mengingat Kabupaten Sumedang merupakan daratan tinggi maka tidak heran jika terdapat banyak air terjun atau curug disini. Diantaranya Curug Gorobog, Curug Ciputrawangi, Curug Sabuk, Curug Buhud dan lain sebagainya. Yang telah disebutkan tadi merupakan Curug terkenal dan telah menjadi destinasi wisata populer dan unggulan di Kabupaten Sumedang.

Pemandangan di sekitar Curug Seke. Foto: Rhassya

Seperti tak ada habisnya, Sumedang juga memiliki banyak potensi pariwisata salah satunya Curug Seke yang berada di Dusun Cikamuning Desa Cimarias Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang. Curug Seke ini berada tepat di kaki Gunung Kareumbi dan tak jauh dari Cadas Pangeran. 

Curug Seke memiliki air yang sangat bersih dan jernih bahkan saat musim hujan tiba air dari Curug Seke ini tetap bersih dan jernih. Selain itu Curug Seke ini menyuguhkan pemandangan asri dari pohon dan daun hijau disekitarannya. Hal ini membuat Curug Seke ini semakin elok nan indah. 

Curug Seke ini masih terbilang alami, untuk bisa sampai dan menikmati keindahan alam Curug Seke kita perlu berjalan sekitar 5 menit dari parkiran serta harus menyusuri pesawahan dan perkebunan warga setempat. Akses jalan dari pusat kota hingga Curug ini sangat bagus dan bisa dilewati kendaraan roda dua hingga kendaraan roda empat. 

Sayang sekali potensi Curug Seke ini belum dimanfaatkan oleh pemerintah setempat, pemerintah daerah mau pun pihak swasta. Bahkan Curug Seke ini masih minim kunjungan wisatawannya. Wisatawan hanya sebatas penduduk lokal sekitaran Curug dan para pecinta alam yang sering kita sebut Drifter atau wisatawan pencari tempat tempat yang belum pernah dikunjungi atau belum terkenal. 

Menurut Aldin anak dari Kepala Desa Cimarias (2021) Curug Seke akan dikelola oleh pemerintah daerah dan akan melibatkan generasi muda setempat. Namun hingga kini belum ada informasi terkini tentang kabar tersebut. 

Oleh: Rhassya Intan Afni Aeni

Komentar

wave
  • John Doe

    Sabam Simbolon

    Sep 20, 2022 18:29

    Keren banget artikel nya ✨✨

  • John Doe

    tny

    Sep 21, 2022 18:49

    Artikel yang ringkas dan sangat informatif

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel