Dilansir dari GNFI, sementara itu beberapa jalur yang pernah dilalui oleh si Gombar di Tanah Priangan adalah: Jalur Bandung-Cianjur-Bogor
Jalur Bandung-Purwakarta-Cikampek
Jalur Bandung-Cibatu-Tasikmalaya-Ciamisn
Jalur Ciamis-Pangandaran
Jalur Bandung-Dayeuhkolot-Ciwidey
Jalur Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari
Jalur Dayeuhkolot-Majalaya
Jalur Cibatu-Garut-Cikajang Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe kedatangan jalur kereta api ke wilayah pegunungan Priangan, merupakan atraksi yang mencengangkan bagi penduduk, terutama buat orang desa. Dalam catatannya, sampai tahun 1930-an, masih banyak disaksikan "orang gunung" yang turun ke Bandung, berbekal nasi-timbel atau leupeut, gorengan, cuma untuk menonton lokomotif yang mereka beri nama julukan Si Gombar.
Di jembatan besi lintas rel kereta api Jl. Pasir Kaliki Bandung yang dibangun oleh Biro Teknik De Unie, tahun 1923 adalah tempat orang menunggu kedatangan Si Gombar. Dan menonton lokomotif ini selagi dilangsir. Si Gombar adalah lokomotif jalur pegunungan (Berglijn Locomotief) yang modern dari seri nomor "D.D", memiliki arti 8 buah roda-besar di depan, berpasangan empat-empat (D.D). Lokomotif ini didatangkan dari pabrik Hartman dan Hanomag di Jerman serta Werkspoor di Belanda, mulai berdinas sejak 1924, setelah lokomotif DD50 dan lokomotif DD 51. Memang Keunggulan lokomotif ini dibandingkan dengan DD50 dan DD51 adalah kecepatan maksimalnya yang dapat mencapai 50 km/jam, di mana kedua lokomotif sebelumnya hanya mampu mencapai 40 km/jam.
Belum ada komentar.