Kesenian ini merupakan hasil karya cipta seorang pria bernama Juna yang menciptakan seni pertunjukan ini ketika dia menjadi mahasiswa Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) pada tahun 1986. Kreasi ini disambut oleh AT Mansyur, seorang seniman dan Kepala Desa Cipanas, yang bersama Juna serta tokoh seni dan masyarakat, merubah nama kesenian ini sehingga lahirlah nama baru pengganti nama Rineka Sora menjadi Seni Genggong. Dimulai dengan memainkan alat musik yang bersifat melodia yaitu angklung dan terompet. Bisa juga dengan alat musik yang bersifat ritmik perkusi, yaitu dogdog, keprak, lidi dan kokok. Seluruh alat dimainkan sesuai konsep yang sudah ditentukan dan menjadi satu kesatuan garap. Terasa juga ada pengolahan tempo, dinamika dan irama. Pagelaran Genggong ini diawali dengan memainkan gending selama 5-10 menit. Di dalamnya ada unsur sekar vokal, unsur gending (instrument), dan ada pula unsur gerak dari pelakunya sebagai pemanis terhadap pola tabuh yang dibawakan, agar tidak monoton. Dimainkan secara atraktif ditempat, baru kemudian bergerak ke tempat yang telah ditentukan bersifat helaran.
*Dari beberapa sumber
Eleanor
Nov 13, 2022 03:26@Men Chanreth You are welcome!