Lato-lato bukan mainan asli Indonesia loh! Permainan ini banyak dikenal di negara-negara lain dengan nama berbeda. Di Indonesia, mainan ini disebut juga nok-nok karena mengeluarkan bunyi 'nok nok nok' ketika dimainkan. Di Argentina, lato-lato adalah sebuah senjata berburu khas Argentina. Namanya Bolas atau Boleadoras. Para Gauchos (koboi Argentina) memakainya untuk berburu hewan. Lato-lato itu diikat ke tali dan dilemparkan ke sasaran. Seiring perkembangan zaman, lato-lato digunakan untuk melatih koordinasi tangan dan mata anak. Di luar negeri, lato-lato disebut sebagai Clackers, Ker-Bangers, Katto-Katto, dan banyak nama lainnya. Awalnya, lato-lato tidak terbuat dari plastik melainkan kaca yang pada akhirnya akan pecah. Pada awal 1970-an, pabrikan mengubahnya menjadi bola plastik yang digantung di setiap tali. Versi lato-lato yang didesain ulang terjadi di tahun 1990-an. Desain baru menggunakan plastik modern yang tidak akan pecah. Lato-lato sempat ditarik dari pasar di Amerika Serikat dan Kanada ketika muncul laporan banyak anak-anak yang terluka saat bermain, sebab lato-lato termasuk mainan cukup berat dan bergerak cepat, dan terbuat dari plastik akrilik keras. Di Amerika Serikat, lato-lato digolongkan sebagai "mechanical hazard" atau peringatan mainan yang bisa menimbulkan bahaya.
Dari berbagai sumber.
Belum ada komentar.