“Hijbeveelt voor Regentaan des over oudsste dogterszoo Radeen Coessoema Dinata voor dewelke den Pangeran verijaar den onderget, bij sijn aanswesen op Sumedang selfsversogt on hem sijn, des Pangerangs, vorigen titel van Rangga Coesoema Dinata te beweken.” Dikutip dalam Buku Rucatan Budaya Bumi Sumedang 1994. Selama memimpin pemerintahan, Dalem Istri Rajaningrat selalu ditemani anaknya yakni, Raden Kusumadinata senantiasa mendampingi ibunya dan membantu ibunya dalam kegiatan sehari-hari memimpin pemeritahan dan memajukan kehidupan rakyat Sumedang, misalnya dalam membangun dan memperbaiki saluran irigasi, membuka hutan untuk membuka areal sawah-sawah baru, serta terus meningkatkan penanaman kopi. Upaya penanaman kopi ternyata menunjukkan hasil yang lebih baik dan produksi meningkat terutama di Sumedang dan Parakanmuncang. Hasil produksi kopi dari kedua daerah ini diangkut ke Cirebon karena lebih dekat. Biasanya dikirim ke Batavia melalui Bandung. Semakin meningkatnya hasil tanaman wajib kopi dari Sumedang dan Parakanmuncang itu, semakin lancar pula arus pengangkutannya menuju pelabuhan Cirebon yang lebih dekat. Semua ini digiatkan oleh Bupati Dalem Istri Rajaningrat atas bantuan puteranya Raden Kusumadinata.
Walaupun hanya membantu ibunya, dan Raden Kusumadinata tidak menjadi Bupati Sumedang, prestasi ini menjadi perhatian Kompeni. Atas perannya ini, Raden Kusumadinata mendapat gelar adipati melalui surat keputusan dan persetujuan dari Kompeni pada 6 Februari 1748. Selengkapnya sejak saat itu namanya menjadi Adipati Rangga Gempol Kusumadinata atau Rangga Gempol V. Pada masa ini pihak Kompeni juga melakukan penataan baru dalam tata pemerintahan di Priangan. Kabupaten Sumedang dan Parakanmuncang yang semula masuk Keresidenan Priangan pada tahun 1758 diubah dan dimasukkan ke wilayah Keresidenan Cirebon. Sumber: Buku Sumedang Heritage
Linette
Mar 14, 2025 21:40If you desire to get a great deal from this paragraph then you have to apply these methods to your won web site.