Ada berbagai jenis alat musik Songah. Songsong Gong atau Songsong Buyut, Songsong Kendang yang dibuat dari bambu tamiang. Songsong Kendang memiliki panjang sekitar 75 cm dengan diameter 4 cm. Hatong. Sama seperti Songsong Kendang, Hatong juga terbuat dari bambu tamiang. Hatong mulanya berfungsi untuk memanggil burung. Alat musik ini memiliki bermacam ukuran. Berikutnya, ada Kokoprak dan yang terakhir, ada suling. Cara memainkan alat musik songah yaitu dengan cara ditiup, sama seperti halnya alat musik khas suku aborigin, yaitu didgeridoo. Alat-alat untuk keperluan musik songah ini terbuat dari awi tamiang. Awi tamiang merupakan bambu yang memang sering digunakan untuk membuat berbagai jenis alat musik tradisional. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Pada awalnya kesenian ini hanya berbentuk helaran atau festival saja, namun seiring berjalannya waktu, kesenian songah ini juga digunakan dalam acara ngaruat lembur atau hajat lembur, sebagai hiburan dan lainnya. Alat-alat musik yang digunakan untuk pementasan songah merupakan alat-alat yang sesungguhnya digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Misalnya songsong yang pada awalnya digunakan untuk menyalakan api di tungku, hatong yang digunakan untuk memanggil burung, kokoprak digunakan untuk mengusir burung dari sawah.
Penggunaan alat-alat memberikan warna tersendiri dalam pementasan serta suara dari kesenian songah. Namun dalam perkembangannnya kesenian songah dapat dimainkan dengan alat musik lain baik itu alat musik tradisional hingga alat musik modern seperti gitar, keyboard dan lain sebagainya. Pengembangan yang dilakukan masyarakat tidak terlepas dari filosofi awal kesenian songah yaitu “alam nyarita warisan para leluhur nu ngandung harti jeung pangarti diwariskeun kana incu cai nyusu”. Artinya bahwa kesenian songah ini sebagai hasil karya bagian dari cerita alam yang diwariskan secara turuntemurun dari generasi ke generasi. Hal ini yang mendorong masyarakat untuk terus melakukan inovasi kepada kesenian songah mulai bentuk hingga penyajian penampilan yang bukan hanya di kelas nasional akan tetapi dapat juga ditampilkan pada kegiatan festival skala internasional. Secara pengorganisiran kelompok Songah di Desa Citengah, sekarang sudah mumpuni dengan adanya kunjungan-kunjungan dari luar yang ingin tahu tentang Songah. Grup Songah yang dikelola oleh Ki Madhari, Mang Akok sebagai para pendiri dan pelestari sekarang sudah banyak regenerasi.
Deneen
Apr 03, 2023 00:48Excellеnt poѕt. I will be experiencing many of these issues as well..
Gia
May 11, 2023 05:18After goіng over а handful of the blog posts on your web site, I seriously like your wɑy of blogging. I book markеd it to my bookmark website list and will be chеcking bɑck in the near future. Please check out mу web site аs well and let mе know what y