Salah satu tradisi yang cukup kental dengan nuansa kepercayaan atau religi adalah tradisi memasang sawen di beberapa tempat tertentu. Hampir setiap rumah zaman dulu, dipasangi sawen pada bagian pintu rumahnya. Begitu juga dengan kandang-kandang ternak mereka, seperti sapi, kambing, dan ayam. Sawen juga menjadi hiasan wajib ketika berlangsung acara kendurian yang berkaitan dengan upacara daur hidup manusia, aktivitas pertanian, hajat lembur, atau menempati rumah baru. Sawen dipasang di rumah-rumah setiap hari atau pada saat kendurian bukannya tanpa maksud. Benda tersebut merupakan media yang telah diberi kekuatan energi spiritual sebagai penolak bala, baik dalam kehidupan sehari-hari mau pun pada saat melaksanakan pekerjaan besar dan penting. Menurut kepercayaan masyarakat agraris tradisional, hama kungkang, hama beureum, hama wereng, hama cokelat, hama gaang, akan musnah oleh benda-benda tersebut, termasuk juga tikus. Sawen yang ditancapkan di atas pintu seperti terlihat pada gambar di atas dipercaya sebagai sawen yang dapat menyingkirkan roh-roh halus yang membawa penyakit yang datang.
Nanti mimin bahas lagi tentang sawen yah wargi Sumedang.
Belum ada komentar.