Menurut sistem penanggalan dalam kalender Gregorian (kalender yang digunakan di hampir seluruh dunia saat ini), tanggal 29 Februari adalah hari kabisat. Hari kabisat terjadi pada tahun kabisat, yaitu tahun dengan periode waktu yang disisipkan. Apa itu tahun kabisat dan bagaimana penghitungannya? Perhitungan tahun kabisat didasarkan pada peristiwa Bumi mengorbit Matahari yang butuh waktu sekitar 365,25 hari. Namun, umumnya 1 tahun hanya terdiri dari 365 hari. Oleh karena itu, sisa waktu tersebut dibulatkan menjadi 1 hari lalu disisipkan pada bulan Februari setiap periode 4 tahun sekali. Menurut situs LAPAN, dalam 1 tahun sebenarnya tidak secara persis berjumlah 365 hari. Tepatnya 365 hari lebih 5 jam 48 dan menit. Maka, di setiap 4 tahun sekali akan kekurangan sekitar 23 jam 15 menit. Untuk mengkompensasi hal ini, setiap 4 tahun sekali ditambahkan 1 hari, yaitu tanggal 29 Februari. Tahun kabisat pertama kali diperkenalkan oleh Julius Caesar. Dia bersama dengan filsufnya, Sosigenes, membuat suatu modifikasi dalam kalender Romawi kuno, di mana mereka menambahkan satu hari di bulan kedua setiap tahun keempat, yaitu Februari.
Akan tetapi, pada abad ke 16, sejumlah ilmuwan mengatakan bahwa perhitungan Julius Caesar masih kurang tepat. Hal itu menjadi masalah bagi Gereja Katolik karena tanggal Paskah telah menyimpang dari tanggal tradisionalnya. Paus Gregorius XIII kemudian menugaskan untuk membuat kalender yang dimodifikasi yang kemudian disebut kalender Gregorian. Dalam kalender Gregorian yang sekarang digunakan secara umum, selisihnya disesuaikan dengan menambahkan satu hari tambahan hanya pada tahun-tahun abad yang habis dibagi 400 atau empat. Begitu wargi Sumedang. Makin Tahu Indonesia
Margery
Mar 14, 2024 10:57Eⲭcellent blog һerе! Also ʏour site loads up νerʏ fast! What web host are you using? Cаn I get your affiliate lіnk to your host? I wish my site loaded սp as quickly as yours lol