Tentunya ada beberapa makna filosofis dari kegagahan menara tersebut, dari beberapa sumber Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, Masjid Al Kamil dan Menara Kujang Sapasang memang menjadi simbol dan representasi dalam pembangunan Kabupaten Sumedang. Bupati menjelaskan, Masjid Al Kamil yang berbentuk bunga teratai ini menjadi representasi dalam membangun Sumedang membutuhkan prinsip ketuhanan yang kuat sehingga segala kebijakan akan berbasiskan nilai keagamaan. Sedangkan, Menara Kujang Sapasang yang dibangun dengan ketinggian 99 meter ini, menjadi representasi bagaimana Sumedang ini memiliki kebudayaan yang kuat sehingga ini juga menjadi kekuatan. Masjid tersebut mengikat kita dengan yang di atas, Kujang Sapasang tersebut mengikat kita membumi. Baik dari area Masjid Al Kamil maupun Menara Kujang Sapasang, pengunjung bisa melihat bentangan perairan Bendungan Jatigede. Khusus untuk di Menara Kujang Sapasang, pengunjung tidak akan capai menaik turuni tangga untuk mengakses puncak menara karena akan disediakan lift.
Setelah sampai puncak menara, pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas Sumedang karena akan ada kafetaria. Selain itu, nantinya juga di sana akan dibangun museum yang akan menjadi pusat informasi keislaman dan kebudayaan di Sumedang. Untuk yang belum tahu lokasinya dan masih nanya di mana, mimin kasih tahu nih bahwa menara Kujang Sapasang satu kawasan dengan Masjid Al-Kamil yang berlokasi di Bukit Panenjoan, Desa Jemah Kecamatan Jatigede. Dari Sumedang makin tahu Indonesia.
Lawerence
Nov 11, 2023 09:30Hօwdy I am so excited I foսnd your web site, I really found you by accident, while I was researching on Google for ѕomething else, Anyhow I am here now and would just like to say cheerѕ for a incrediƅle post and a all round entertaining blog (Ӏ also