Perepet Jengkol, Permainan Meningkatkan Kerjasama dan Keseimbangan

Wargi Sumedang pasti tidak asing dengan jengkol, makanan yang identik dengan baunya yang kurang sedap. Kali ini, kita akan membahas tentang jengkol nih. Tetapi 'jengkol' di sini untuk dimainkan ya bukan dimakan. Meski nama permainannya adalah perepet jengkol tapi sebenarnya dalam permainan tersebut sama sekali tidak melibatkan jengkol. 

Pérépét jéngkol merupakan permainan tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Hingga saat ini, masih belum diketahui mengapa nama permainan ini disebut demikian, permainan ini sering dimainkan oleh anak-anak, pada zaman dulu permainan ini berkembang dengan populer di kalangan suku Sunda. Di Jawa Tengah, permainan ini disebut dengan “dhingklik oglak aglik”.

Konon katanya pada zaman dulu permainan ini biasanya dimainkan ketika malam terang bulan. Jadi, waktu dulu saat terang bulan seperti itu anak-anak kampung akan keluar rumah untuk bermain di halaman.

Perepet jengkol ini dilakukan sedikitnya oleh tiga orang, namun akan semakin ramai kalau dimainkan oleh lebih dari tiga orang. Nah, mimin ulas kembali nih cara bermainnya, agar makin tahu Indonesia.

Para pemainnya berdiri sambil membelakangi temannya masing-masing kemudian para pemainnya saling berpegangan tangan atau merangkul juga boleh asal saling mengikat saja.

Setelah itu, salah satu kaki setiap pemainnya diangkat kemudian dikaitkan dengan kaki pemain lainnya yang diangkat juga, kaki mereka tersebut dianyamkan hingga kuat. Jadi, kaki pemain yang satu dengan pemain yang lainnya saling terkait.

Adapun lagu yang dinyanyikan ketika permainan itu berlangsung;
Pérépét jéngkol jajahean
Kadempet kohkol jejeretean
Eh jaja eh jaja eh jaja eh jaja

Kalau pertahanan kakinya sudah kuat, masing-masing pemain harus menjaga keseimbangganya agar tidak terjatuh dan satu per satu mulai melepaskan tangannya.

Jika sudah seperti itu, semua pemain meloncat-loncat bergerak berputar ke arah kanan atau kiri tergantung kesepakatan bersama. Sambil berputar semuanya melantunkan lagu yang ada di atas sambil bertepuk tangan.

Semakin lama putarannya akan semakin cepat hingga akhirnya keseimbangan para pemain tidak dapat dipertahankan lagi dan semuanya berjatuhan.

Tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah dalam permainan ini karena permainan ini hanya dimainkan untuk bersenang-senang. Meski begitu, permainan perepet jengkol memberikan sebuah pelajaran bagi kita, yakni mengajarkan kita untuk bisa bekerja sama dengan yang orang lain. 

Di saat kita bisa saling bekerja sama serta mendengarkan petunjuk satu sama lain maka keseimbangan itu pun akan terjaga dengan baik. Namun, di saat kita sudah lemah dan tidak lagi bisa diajak kerja sama, jatuhlah semuanya. 

Kurang lebih seperti itulah permainan tradisional daerah Sunda ini. Permainan zaman dulu itu tidak sembarang permainan tetapi selalu ada makna dibalik semuanya.

Komentar

wave
  • John Doe

    Luis

    Jun 03, 2023 12:00

    Do you mind if I quote a few of your articles as long as I provide credit and sources back to your weblog? My blog is in the exact same area of interest as yours and my visitors would definitely benefit from some of the information you provide here.

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel