Sebelum menjadi Bupati ia pernah bertugas sebagai Hupkumetir Kopi Sumedang tahun 1804, kemudian menjadi Kepala Cutak (semacam kepala camat) Pamanukan tahun 1806-1807. Namun karena pernah berselisih dengan orang-orang Tionghoa membuat ia dimutasi ke daerah Cipicung dan menjadi Kepala Cutak di sana. Bupati Sumedang Adipati Kusumayuda menuruni watak ayahnya. Ketika ayahnya masih menjadi Bupati, Adipati Kusumayuda bersama kakaknya (Adipati Adiwijaya) sering membantu ayahnya melawan para pangacau atau para perampok dan pelaku huru-hara di Sumedang. Perawakan Adipati Kusumayuda yang tinggi besar, dia sering disebut sebagai Dalem Ageung. Pemerintah Kolonial berkenan atas kerjanya yang baik dan memberinya gelar Tumenggung Aria Somanagara. Dalem Adipati Kusumayuda wafat pada 12 Agustus 1833 dan dimakamkan di Gunung Ciung, Pasarean Gede, Kota Sumedang.
Sumber: Buku Sumedang Heritage
Belum ada komentar.