Sekilas Tentang Golok Cikeruh Sumedang yang Mendunia

Wargi Sumedang tahu gak sih, kawasan Cikeruh, Kecamatan Jatinangor,  dikenal sebagai sentra pembuat kerajinan senapan angin. Padahal, dulunya kawasan tersebut dikenal dengan kehadiran para pandai besi dengan produknya berupa golok atau pedang Cikeruhan loh!

Golok Cikeruh tersebut, menjadi  satu dari 37 Warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022. Golok tersebut hingga kini masih cukup masyhur dikalangan para kolektor dunia yang mencintai benda - benda pusaka. 

Bisa di cek deh, bagaimana golok Cikeruh tersebut masih dapat dilihat hingga kini dalam mesin pencarian di internet dengan kata kunci 'Golok Tjikeroeh' di sana banyak website dan kolektor luar negeri yang mengulas keunikan golok Cikeruh yang kini telah menjadi barang cukup langka.

Banyak sekali catatan-catatan yang mengulas tentang golok Cikeruh tersebut. Seperti dalam salah satu catatan Belanda disebutkan keunikan golok Cikeruh kala itu sangat terkenal di Tanah Priangan atau di wilayah bagian Barat, Pulau Jawa. Salah satu pembuat parang dan pedang yang cukup terkenal, yakni Natamadja (H.C.H De Bie, Batavia, G kolff & Co, 1902).

Bahkan para pandai besi Cikeruhan pun sempat diabadikan fotografer asal Belanda loh, yaitu oleh Wijnand Elbert Kerkhoff dengan diberi judul Wapensmederij artinya tukang senjata. Karya tersebut, di tuangkan ke dalam buku sekumpulan foto yang cukup terkenal berjudul 'Het Paradits van Java' atau Surga dari Jawa sekitar tahun 1919-1930.

Nah untuk sejarah pandai besi Cikeruh, tidak terlepas dari perjalanan para bangsawan dari keturunan Kerajaan Sumedang Larang. Nama Cikeruh itu sendiri dikaitkan dengan sosok bernama Santowaan Cikeruh yang merupakan anak dari Pangeran Kusumadinata I atau Pangeran Santri dengan Nyai Ratu Pucuk Umun. 

Setelah turun temurun, ada salah satu nama yang cukup piawai yang dikenal sebagai pandai besi awal di Cikeruh pada sekitar tahun 1800-an, yaitu Ki Adimadja. Sosok tersebut kerap membuat berbagai perkakas pertanian dan senjata tradisional, dalam hal ini golok atau pedang Cikeruhan. 

Sepeninggalnya Ki Adimadja, tradisi pandai besi pun dilanjutkan oleh salah satu putranya, yaitu Kartadimadja.  Sementara putranya yang lain, Natamadja lebih memilih memperdalam bidang  senjata api. 

Kartadimadja, merupakan sosok yang paling banyak diulas dalam arsip-arsip Belanda. Usaha Kartadimadja dalam senjata tajam sendiri dimulai sekitaran tahun 1881. Ia memproduksi senjata tajam dengan model penempaan tradisional.

Pada sekitaran tahun 1882, cucu dari Ki Adimadja yakni Tanoemadja turut bergabung mengembangkan usaha dalam bidang pembuatan senjata tajam bersama Kartadimadja.  

Kolaborasi keduanya menjadikan hasil produksi senjata tajam Cikeruh berupa golok, parang, pedang, pisau dan lain sebagainya menjadi semakin dikenal. Nama Kartadimadja semakin moncer saat ia diberikan kesempatan untuk memamerkan hasil karyanya di tingkat internasional. 

Thumbnail: Golok Cikeruh koleksi Museum Pangeran Geusan Ulun

Komentar

wave
  • John Doe

    Vernita

    Nov 01, 2022 12:11

    I got this web ѕite from my friend who shared with me concerning this website and аt the moment this timе I am visiting this ԝebsite and гeadіng very informative articles at this place.

  • John Doe

    Lionel

    Mar 26, 2024 17:31

    10 Reasons That People Are Hateful Of British Porn Stars Xxx pornstar

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel