Kompeni sangat kecewa karena ternyata hasil perkebunan kopi dari Sumedang menurun drastis. Kebun-kebun kurang terurus dan terbengkalai. Sehingga kedudukan Raden Aria Satjapati sebagai bupati tidak berlangsung lama dan Kompeni rencananya menurunkan jabatan Raden Satjapati. Kompeni terpakasa berupaya keras untuk meningkatkan kembali produksi kopi dengan memperhatikan pengelolaan perkebunan kopi di Sumedang. Untuk itu Kompeni mengangkat Raden Aria Surianagara atau Raden Djamu yang sedang menjabat Kepala Cutak Cikalong – untuk menjadi Patih Sumedang. Rencananya juga merangkap sebagai Kepala Cutak Rajapolah.
Menurut beberapa sumber silsilah Eyang Raden Aria Satjapati yaitu anaknya Eyang Dalem Banda Yuda sebagai anak Kanjeng Dalem Rangga Gede yang merupakan anak Pangeran Geusan Ulun yang anak Pangeran Santri. Makam Raden Aria Satjapati berdampingan dengan makam istrinya yaitu Ratu Nimang Mantri. Sementara 5 makam berjejer tidak jauh, merupakan makam para istri selir Rd. Aria Satjapati. Di Manangga yang ada beringin besar. Dari berbagai sumber
Belum ada komentar.