Keesokan harinya, Jumat tanggal 17 Agustus 1945, atau bertepatan 8 Ramadhan 1364 H, sekitar pukul 10.00, dengan mengambil tempat di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta (sekarang Jalan Proklamasi), Bung Karno dan Bung Hatta, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Diikuti dengan pengibaran bendera merah putih. Pada saat itu juga berita kemerdekaan ini menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Radio Bandung (Bandung Hosokyoku) yang menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan ini ternyata bisa diterima oleh masyarakat Sumedang. Kemudian diteruskan melalui selebaran dan dari mulut ke mulut. Pada awalnya, masyarakat Sumedang belum percaya mengenai berita itu. Namun karena pejabat Sumedang menerima kepastian langsung dari kantor pemerintah, masyarakat akhirnya yakin bahwa Indonesia telah merdeka. Berita kemerdekaan ini disambut dengan sukacita. Warga Sumedang yang siang itu baru selesai melaksanakan ibadah salat Jumat, langsung meluapkan kegembiraanya dan bersyukur. Pada malam harinya di mesjid-mesjid, jamaah tarawih memanjatkan puji syukur kepada Allah YME atas berkah kemerdekaan ini. Kantor dan rumah-rumah warga di Sumedang secara spontan mengibarkan bendera merah-putih mulai hari itu. Seingat warga, setiap malam di sekitar alun-alun dan kantor pemerintah Kabupaten Sumedang, dan di halaman Gedung Negara dipenuhi pemuda pejuang kemerdekaan. Mereka antusias mengikuti siaran berita dari Jakarta untuk mengetahui setiap perkembangan. Begitu pula para pejabat pemerintah Sumedang, mereka senantiasa menunggu pengumuman atau perintah-perintah dari atasan mereka di Jakarta dan Bandung.
Sumber: Buku Sumedang Heritage
Belum ada komentar.