Menurut laporan yang tersedia Senin pagi, 38 bangunan hancur, total 133 bangunan rusak parah sehingga dindingnya retak dari atas ke bawah, dan 29 bangunan rusak ringan. Jumlah total bangunan yang terkena dampak gempa diperkirakan mencapai 200. Kantor dan tempat tinggal bupati hampir hancur total. Kantor dinas telepon roboh. Masjid rusak parah dan atapnya tidak ada penutup sama sekali. Menara bioskop rusak parah retak-retak. Kantor staf batalion setempat juga dindingnya terkelupas. Masih dalam surat kabar tersebut, rentetan gempa tersebut disebabkan oleh adanya aktivitas di bawah Gunung Tampomas. Pejabat dan ahli dari survey geologi berangkat ke Sumedang untuk menyelidiki keadaan. Gempa yang berulang-ulang membuat penduduk ketakutan, akibatnya masyarakat harus berani bermalam di dalam ruangan. Nader melaporkan P.1.A.: tepat pada pukul 10.23 Minggu pagi, sebuah gempa bumi tercatat di Bandung, yang pertama dari rangkaian sepuluh getaran, semuanya tercatat oleh Badan Geologi. menunjukkan bahwa pusat gempa berada sekitar lima puluh kilometer sebelah timur Bandung._ Kebenaran pencatatan ini menjadi jelas ketika Sumedang menerima pesan bahwa kehancuran besar terjadi di sana pada hari Minggu, yang mempengaruhi sebagian besar kota. Kami mendapat informasi melalui telepon dari kantor Bupati Soelaeman Soewitakoesoema, untung tidak ada korban jiwa maupun luka berat.
Sementara itu, warga Priangan, B. Ipik Gandamana, bersama sekretaris kantor keresidenan, Bapak Lekatompessy, didampingi beberapa pejabat pemerintahan lainnya, Senin pagi berangkat ke Sumedang untuk menilai sendiri akibat gempa tersebut. Menurut Badan Geologi, badan ini juga telah mengirimkan dua pejabat ke Sumedang yang paling parah terkena dampaknya. Begitu wargi Sumedang. Jika ada penambahan silakan tambahin di kolom komentar yah wargi Sumedang. Sumber: Java-Bode
Belum ada komentar.