Teater Gulamsaka Gelar Pertunjukan Teater "Ayahku Pulang"

Naskah "Ayahku Pulang" karya Usmar Ismail berhasil dipentaskan oleh anak-anak ekstrakurikuler teater SMAN Tanjungsari di Gedung Serbaguna SKB, Tanjungsari pada hari Sabtu, 18 Februari 2023.

Ekstrakurikuler sudah sepatutnya menjadi ajang penyaluran minat dan bakat para siswa di luar mata pelajaran yang ada dalam kurikulum sekolah. Ekstrakurikuler Teater Gulamsaka yang sudah berdiri sejak tahun 2010-an ini merupakan salah satu ekskul yang ada di SMAN Tanjungsari. Bahkan para alumninya setelah lulus sekolah pun masih aktif berteater hingga membentuk komunitas Teater Gulamsaka di luar sekolah. 

Proses kreatif inilah yang kemudian melahirkan atmosfer seni teater di Tanjungsari cukup menggeliat. Pementasan "Ayahku Pulang" karya Usmar Ismail kemarin adalah salah satu bukti nyatanya. Agenda Open House ini merupakan rangkaian terakhir dari penerimaan anggota baru Ekstrakurikuler Teater Gulamsaka serta hasil implementasi dari pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) teater yang telah dilaksanakan bulan Oktober 2022 silam.

Dalam Open House kali ini, Ekskul Gulamsaka mementaskan naskah berjudul “Ayahku Pulang” karya Usmar Ismail. Ajang tahunan ini menjadi proses pembelajaran bagi para anggotanya serta mampu meningkatkan minat dan bakat mereka dalam teater.

Pertunjukan Teater Ayahku Pulang dari Gulamsaka. Foto: Sogen

Open gate dimulai pukul 13.30 WIB, sementara para penonton sudah mulai memenuhi kawasan SKB satu jam sebelumnya. Penonton yang hadir pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari Kepala Sekolah SMAN Tanjungsari, serta beberapa guru, dan para orang tua siswa anggota Gulamsaka. 

Sedangkan penonton umum terdiri dari siswa-siswi sekolah sekitar Tanjungsari, dan para mahasiswa Unpad Jatinangor. Suasana lebaran dengan gema takbiran dihadirkan oleh tim musik ketika para penonton memasuki gedung pementasan. Hal ini dilakukan agar penonton ikut terbawa suasana malam hari raya, yang juga menjadi latar waktu pada naskah yang akan dipentaskan. Lalu acara dibuka dengan kata sambutan dari Pimpro, Ketua Ekskul, Pembina Ekskul, dan Kepala Sekolah SMAN Tanjungsari. 

Tak lupa, ada beberapa persembahan penampilan dari Ekstrakurikuler paduan suara (Gita Kirana) dan para alumni Teater Gulamsaka. Tak hanya itu, Kepala Sekolah pun ikut menyumbangkan lagu "Kekasih Bayangan" yang cukup membuat para penonton ikut bernyanyi sejenak. Kemudian pentas pun dimulai.

Naskah "Ayahku Pulang" ini menceritakan kisah hidup keluarga Ibu Tina Saleh (diperankan oleh Gina) yang telah ditinggalkan oleh suaminya, Raden Saleh (Fauzan), dua puluh tahun silam saat malam hari raya. Gunarto (Bayu), si anak sulung menaruh dendam dan kecewa yang mendalam pada ayahnya, ia tak pernah sekalipun bisa memaafkan ayahnya atas luka serta kepedihan yang dialami olehnya selama ini. 

Sementara Maimun (Fajar) dan Mintarsih (Tiara) si bungsu, merasa masih penasaran dengan sosok ayah, karena ketika peristiwa dua puluh tahun silam Maimun masih kecil dan Mintarsih masih dalam kandungan. Para aktor cukup berhasil menampilkan akting yang apik, dinamika suasana, emosi, serta kedalaman rasa disuguhkan oleh kelima aktor tersebut. Suasana malam takbiran pun dapat disajikan dengan baik oleh tim lighting dan tim musik yang didukung oleh tata artisik  rumah sederhana keluarga Ibu Tina. 

Dari awal adegan hingga menjelang akhir, para penonton dibuat fokus dengan dialog-dialog antar tokoh yang cukup rapat dan dalam. Namun kadangkala, ada beberapa dialog yang dilontarkan terdengar kurang jelas artikulasinya. Tetapi pada saat klimaks adegan, yakni saat Raden Saleh kembali pulang ke rumahnya, para penonton dibuat kaget dan tegang karena pertengkaran yang terjadi di panggung. Hingga akhir cerita, sayup-sayup terdengar isak tangis dari berbagai penjuru gedung pementasan. Tentu itu tak lain adalah air mata yang menetes dari para penonton. Ya, pementasan Ekstrakurikuler Teater Gulamsaka ini berhasil membuat penonton sedikit mengeluarkan tangisnya sore itu.

"Tak terbayang rasanya kehilangan sosok Ayah di hidup kita. Ternyata sebegitu pentingnya sosok Ayah itu, saya sebagai sosok ayah dan juga anak merasa sangat tersentuh dengan penampilan para anak-anak ini." Ujar Bapak Kepala Sekolah saat memberikan kesan dan pesannya usai pentas. 

Salah satu orang tua dari aktor pun ikut memberikan kesannya, "Saya tidak mampu berkata-kata lagi, melihat anak saya yang sangat berbeda dari yang saya kenal. Saya kaget, bangga, sekaligus haru melihat penampilannya." Jelas orang tua Bayu (memerankan Gunarto) sembari menyeka air matanya.

Sekali lagi, isak tangis yang hadir pada sore itu adalah tangis yang mahal. Tangis yang hadir hanya sesekali dalam hidup, tangis yang tulus karena teringat sosok Ayah. Open House Ekstrakurikuler Gulamsaka tahun dapat dikatakan cukup berhasil menghadirkan pementasan yang bukan hanya menjadi tontonan saja, tapi pun juga renungan yang cukup mendalam bagi para penontonnya. Acara ditutup dengan perkenalan seluruh panitia serta kru yang terlibat. 

Di akhir acara, sesi foto serta ucapan selamat dari penonton kepada para aktor dan panita yang terlibat menutup Sabtu sore di Tanjungsari dengan khidmat dan intim. Tentu dengan adanya pementasan ini, khalayak penonton teater di Tanjungsari dan sekitarnya akan dengan sabar menunggu pentas-pentas lainnya dari Teater Gulamsaka.

Komentar

wave
  • John Doe

    Wilton

    Jul 18, 2024 04:49

    Hеy I am so glad I found your website, I reallʏ fօund you by error, whiⅼe Ι waѕ researching on Bing for somethіng else, Nonetheless I am hеre now and would just like to say many thanks for a incredible post and a all round thrilling blog (I also love

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel