Tiga Takbiran Dipenghujung Ramadan Tahun Ini

Beberapa lembaga hisab rukyat menyampaikan bahwa Gerhana Matahri Hybrid ini akan terjadi pada pagi menjelang siang sekitar pukul 09.00 s.d pukul 11.00 dengan detail menit dan detik masing-masing wilayah berbeda.

Takbiran kedua akan terjadi pada hari jumat tanggal 21 April 2022. Muhammadiyah beserta umat Islam lainnya yang menggunakan metode penanggalan wujudul hilal akan menetapkan 1 Syawal 1444 H pada tanggal ini. 

Hal ini dikarenakan menurut kriteria wujudul hilal bahwa pada saat maghrib tanggal 20 April 2023 posisi hilal berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0O 44’ 26’’ sampai 2O 21’ 28’’ dengan sudut elongasi antara 1O 28’ 26’’ sampai dengan 3O 05’ 12’’ sehingga menetapkan esok harinya sebagai tanggal 1 Syawal 1444 H. 

Alhasil di tanggal ini masyarakat Muhammadiyah akan berlebaran yang itu artinya masjid-masjid, musola-musola, lapangan-lapangan tempat idul fitri yang dipakai oleh Muhammadiyah akan mengumandangkan takbiran.

Takbiran ketiga akan terjadi pada hari sabtu tanggal 22 April 2023. Pemerintah, NU dan Persis beserta umat Islam lainnya yang metode penanggalannya menggunakan metode rukyat murni atau imkanurru’yat dimungkinkan akan menetapkan 1 Syawal 1444 H pada tanggal ini. 

Hal ini dikarenakan menurut metode hisab imkanurru’yat meskipun pada tanggal 29 Ramadan 1444 H atau 20 April 2023 posisi hilal sudah berada di atas ufuk namun memenuhi kriteria keterlihatan yakni minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4O sehingga menurut metode ini keterlihatan hilal akan sulit tercapai karena akan kalah oleh cahaya syafaq. Sehingga 1 syawal akan dibulatkan pada esok lusanya yang berarti Ramadan 1444 H bagi masyakarat yang mengguanakan metode ini adalah sebanyak 30 hari.

Semua sepakat akan terjadi gerhana di hari kamis sehingga semuanya in syaa Allah akan melaksanakan takbiran. Sedangkan di hari berikutnya akan ada takbiran Idul Fitri yang dilakukan oleh masyarakat pengguna metode wujudul hilal dan dilanjut pada hari berikutnya takbiran yang dilakukan masyakarat pengguna metode rukyat murni dan imkanurru’yat.

Halaman Selanjutnya

Komentar

wave

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel