Pagelaran seni wayang golek dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya, Putra Giriharja 3 mengundang animo masyarakat Sumedang hingga tumpah ruah pada Sabtu malam di Alun-alun Sumedang. Pagelaran tersebut masih dalam rangka Hari Jadi Sumedang ke-445 tahun. Sebelum wayang golek dimulai, ada pemberian penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk para ASN oleh Bupati Sumedang, Wakil Bupati Sumedang dan jajaran lainnya. Pun dengan pembukaan wayang golek dibuka secara simbolis dengan menancapkan Gugunungan oleh Bupati Sumedang dan Wakil Bupati Sumedang. Lakon yang dibawakan pada pagelaran wayang golek ini ialah Kresna Ngadeg Raja. Setiap cerita wayang memiliki unsur ceritanya masing-masing, juga pada tokoh penokohan jelas berbeda dengan cerita-cerita wayang golek lainnya. Melalui pagelaran wayang golek, masyarakat mendapatkan dan menghayati arti dari pesan yang disampaikan lewat pagelaran wayang golek. Karena wayang golek dalam setiap pertunjukannya, selain menghibur juga membawakan pesan-pesan, petuah dan norma yang mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan bagi kita semua.
Ketika mimin bertanya kepada salah satu warga Sumedang yang nonton pertunjukan wayang golek, "saya sangat senang sekali bisa menyaksikan kembali pertunjukan wayang golek secara langsung, walaupun harus bergontok-gontokan awalnya mau masuk ke Alun-alun pun, karena macet dan penuh sekali." Ujar Fajar warga Ganeas. Adapun dari warga lainnya, "dari pagelaran wayang golek yang sebagus ini, masyarakat Sumedang semua kumpul di Alun-alun, menimbulkan semua unsur, salahsatunya dari mulai penjual asongan dan pedang kaki lima lainnya yang berada di Alun-alun sangat diuntungkan." ucap Firman warga Regol. Seni Wayang Golek bukan sekedar hiburan, tidak juga memupuk rasa cinta yang dalam dan menumbuhkan rasa bangga terhadap kesenian khas daerah. Apalagi wayang golek merupakan aset seni budaya daerah yang wajib dilestarikan.
Belum ada komentar.