Sumedang Ngabatik 2026 ditutup: Galih Kartasasmita dorong Batik Sumedang menjadi Indikasi Geografis.
Sumedang — Rangkaian Sumedang Ngabatik 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama sekitar dua bulan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya batik khas Kasumedangan sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis pada budaya dan kearifan lokal Sumedang.
Puncak kegiatan digelar di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Minggu (20/9/2026). Acara tersebut diisi dengan gelar karya, pameran, serta penganugerahan karya batik tulis khas Kasumedangan.
Inisiator Sumedang Ngabatik 2026 yang juga merupakan Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX, Galih Dimuntur Kartasasmita, mengatakan pengembangan batik Kasumedangan tidak akan berhenti setelah rangkaian kegiatan berakhir.
Salah satu langkah yang akan terus didorong yakni pengurusan sertifikasi Indikasi Geografis bagi batik Kasumedangan.
“Harapan besar kami, Sumedang segera mengantongi sertifikasi Indikasi Geografis untuk batik Kasumedangan. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong para pemenang untuk melenggang ke berbagai pameran tingkat nasional,” kata Galih.
Menurutnya, karya-karya yang lahir dari Sumedang Ngabatik 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai hasil perlombaan. Motif yang dihasilkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu merepresentasikan karakter, sejarah, budaya, alam, serta kekhasan Sumedang.
Sumedang Ngabatik 2026 sendiri mengusung tema “Sumedang dalam Motif Batik: Sejarah, Budaya, Alam, dan Kearifan Lokal.”
Berawal dari Gagasan Pengembangan Batik Sumedang
Ketua Pelaksana Sumedang Ngabatik 2026, Cecep Yanyan, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari pembicaraan Galih dengan Agus Kori yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang.
“Dari obrolan tersebut Kang Galih berkomitmen untuk mendorong pengembangan batik Sumedang. Selama hampir delapan bulan akhirnya diputuskan untuk menggelar kegiatan Sumedang Ngabatik 2026,” ujar Cecep.
Dari proses tersebut, rangkaian Sumedang Ngabatik 2026 kemudian diwujudkan melalui tiga kegiatan utama.
Pertama, Lomba Desain Batik yang berlangsung pada 13 Juli hingga 9 Agustus 2026. Lomba tersebut diikuti 50 peserta yang terbagi dalam kategori umum dan pelajar.
Kedua, pelatihan membatik yang digelar pada 14-16 Agustus 2026 di Aula Asrama Haji Islamic Center Sumedang. Sebanyak 52 peserta dari tujuh sanggar batik di Kabupaten Sumedang mengikuti pelatihan tersebut.
Ketiga, Lomba Karya Batik Tulis Kasumedangan yang berlangsung pada 10 Agustus hingga 17 September 2026. Sebanyak 30 peserta mengikuti lomba tersebut dengan menggunakan desain juara pertama kategori umum sebagai master utama.
Karya Batik Mulai Mendapat Apresiasi
Pada acara puncak, para pemenang lomba batik tulis diumumkan. Juara pertama juga mendapat apresiasi berupa kesempatan untuk mengikuti kegiatan Hari Batik Nasional di Surabaya.
Apresiasi terhadap karya para peserta juga terlihat setelah acara penutupan. Galih membeli karya batik tulis juara 1, 2, dan 3. Hal serupa dilakukan Gita Pratama, Ketua YBI, beserta pengurus, yang turut membeli karya batik tulis peserta.
Pembelian tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap karya para pembatik yang dinilai memiliki kualitas dan hasil yang baik.
Cecep berharap rangkaian Sumedang Ngabatik 2026 dapat menjadi momentum bagi perkembangan batik di Sumedang. Ia juga berharap semakin banyak sanggar batik baru yang tumbuh dan ikut menjaga serta melestarikan budaya lokal.
“Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan selama dua bulan ini memberikan secercah harapan baru bagi pengembangan batik Sumedang, tumbuh dan berkembang sanggar-sanggar batik baru yang komit terhadap budaya Sumedang serta berkomitmen kuat mendukung pencapaian perkembangan perekonomian di Sumedang,” katanya.
Rangkaian Sumedang Ngabatik 2026 kemudian ditutup secara resmi oleh Bupati Sumedang Donny Ahmad Munir.
Ke depan, karya-karya yang lahir dari rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sebuah perlombaan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi motif khas Kasumedangan.
Panitia juga berharap karya tersebut mampu mendapatkan pengakuan sekaligus perlindungan melalui Indikasi Geografis, sehingga batik Kasumedangan memiliki identitas yang semakin kuat dan dapat berkembang sebagai bagian dari potensi ekonomi kreatif Sumedang.
Kategori
-
393
-
153
-
134
-
98
-
112