7 Pamali yang Beredar di Masyarakat Sunda

Jangan memotong kuku malam hari, karena ada mitos yang mengiringinya yaitu dapat membuat orang yang melakukannya bisa sakit parah atau malah meninggal dunia. Apabila diperhatikan bahwa pamali ini muncul ketika fasilitas penerangan di daerah-daerah tempat tinggal orang Sunda belum begitu baik dan situasi malam hari sangat gelap karena hanya menggunakan obor. Logikanya, pamali ini terkait dengan kekhawatiran akan terpotongnya bagian kuku atau bagian tubuh yang lain. Jadi, memotong kuku dalam situasi seperti itu lebih baik dilakukan  siang hari saat penerangan memadai. Di masa  sekarang, tentu tidak masalah memotong kuku malam hari karena cahaya cukup menerangi untuk memotong kuku.

4. Ulah cicing di lawang panto, bisi nongtot jodo.

Jangan diam di depan pintu, nanti sudah dapat jodoh. Sering juga kan, mendengar kata pamali tersebut? Terus apa hubungannya antara duduk di depan pintu dengan jodoh? Kan, jodoh sudah ada yang mengatur. Pamali ini adalah yang paling mudah dilihat logikanya. Berdiri atau duduk di depan muka pintu merupakan sebuah perbuatan yang mengganggu mobilitas orang lain. Orang yang keluar masuk akan terhalangi bahkan bisa menyebabkan orang lain terjatuh jika berjalan dengan tanpa memperhatikan lingkungan. 

5. Ulah heheotan di imah.

Jangan bersiul di rumah, apalagi bersiul tengah malam. Bersiul adalah sebuah perbuatan yang menyenangkan dilakukan. Terkadang sebuah siulan menandakan hati yang sedang senang. Tapi di adat Sunda bersiul tidak boleh dilakukan di dalam rumah. Bersiul di dalam rumah sama saja dengan memanggil makhluk halus untuk datang menghampiri kita. Kemunculan mahluk halus tersebut akan membahayakan keluarga kita. Ngeri banget ya. Namun, pamali ini sebenarnya berkaitan dengan etika sih, sebetulnya. Bersiul bisa jadi dianggap lumrah dan mengandung banyak makna tergantung dari konteksnya. Tapi jika ada anggota keluarga yang sedang sedih, bersiul sama dengan tidak berempati pada orang yang sedang mengalami kesedihan tersebut.

6. Ulah dahar bari ceplak.

Pamali ini melarang untuk seseorang, makan dengan mengeluarkan suara dari lidah atau mulut. Suara yang timbul ini disebabkan adanya gesekan dari air liur. Dalam Bahasa Sunda, suara yang keluar saat makan tersebut disebut ceceplak. Beda dengan perbuatan makan sambil ngobrol. Di Sunda, makan sambil ngobrol bukan dianggap sebagai sebuah perilaku yang tidak baik. Tapi ceceplak dianggap sebuah pamali yang tidak boleh dilakukan. Ceceplak akan mengakibatkan kita menjadi bahan gunjingan orang dan bisa mendatangkan binatang buas. Tidak ada hubungan logis antara makan dengan ceplak dengan binatang buas atau jadi bahan gunjingan orang sekitar. Namun, dilihat dari tata krama, makan sambil mengeluarkan suara itu membuat risih orang di sekitar yang ikut makan.

Halaman Selanjutnya

Komentar

wave
  • John Doe

    Zak

    Oct 23, 2022 07:24

    Hello there! Do you know if they make any plugins to protеct against hackers? I'm kinda paranoid about losing everything I've worked harⅾ on. Any recommendations?

  • John Doe

    Brigette

    Oct 27, 2022 11:38

    %%

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel