7 Pamali yang Beredar di Masyarakat Sunda

7. Ulah ngaremeh

Makna dari pamali ini adalah jangan menyisakan nasi sebutir pun di piring. Mitosnya, dapat mengakibatkan binatang peliharan milik kita akan mati. Dilihat dari logikanya, pamali ini jelas tidak ada kaitannya, kan?
Di bagian daerah Sunda lainnya, ngaremeh atau menyisakan nasi di piring setelah makan bisa mendapatkan suami atau istri yang jelek. Namun, tetap saja mitos ini mengandung nilai kebaikan, yakni untuk tidak menyisakan makanan. Mitos ini pun mengajarkan kita untuk hidup bersih, teratur dan selalu bersyukur atas nikmat makanan yang bisa kita dapatkan.
Masih berhubungan dengan makan juga nih. 

Sebenarnya, masih banyak lagi beberapa pamali yang beredar di masyarakat Sunda, seperti; Perawan atau perjaka tidak boleh makan di cobek, tidak boleh duduk di atas meja, tidak boleh menabuh sesuatu di malam hari, harus mengubur kucing ketika tertabrak, jangan beli dan menjual garam pada malam hari, memakai payung dalam rumah, menyisir rambut tengah malam, berfoto ganjil, anak-anak tidak boleh lalangiran (tengkurep), dan masih banyak lagi. Walau konsep pamali ini sering kali ditolak oleh generasi milenial terutama di daerah perkotaan, tetapi secara nilai sebenarnya pamali tetap eksis sampai saat ini keberadaannya, disengaja maupun tidak disengaja. Banyak sekali pelajaran yang bisa didapatkan dari pamali tersebut sebetulnya. Yuk tulis di kolom komentar, apa masih ada lagi?

Halaman Sebelumnya

Komentar

wave
  • John Doe

    Zak

    Oct 23, 2022 07:24

    Hello there! Do you know if they make any plugins to protеct against hackers? I'm kinda paranoid about losing everything I've worked harⅾ on. Any recommendations?

  • John Doe

    Brigette

    Oct 27, 2022 11:38

    %%

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel