Mideur: Kearifan Lokal yang Harus Dilestarikan

Ada yang tahu mideur?

Sudah lama sekali kegiatan tersebut tidak terlihat dan terdengar, apalagi di generasi sekarang. Mungkin akan menggaruk kepala dan mengernyitkan dahi, apa itu itu mideur? Seperti yang terlihat dalam sebuah foto. Ada petani yang sedang melakukan aktivitasnya di sawah bersama kerbau. Sudah jarang sekali, ada yang menggunakan kerbau. Ya, karena perkembangan teknologi semakin pesat. Mungkin dibeberapa daerah masih ada yang menggunakan kerbau. 

Sebagi orang Sunda, di mana tidak luput dari bangsa yang agraris. Sawah membentang luas, selain itu juga banyak sekali kearifan lokal tentang bertani ini, khususnya daerah Sumedang, Jawa Barat loh. Salah satunya mideur. Sebelum ke pembahasan tentang mideur, kita kenalan dulu dengan ngawuluku. 

Bagi orang Sunda ngawuluku adalah suatu kebiasaan yang selalu dikerjakan sebelum menanam padi. Tanah yang akan ditanami padi diolah terlebih dahulu dengan “wuluku”. Wuluku adalah alat dari kayu yang ditarik oleh kerbau untuk membajak sawah. Tanah menjadi gembur dan siap untuk ditanami padi. Tapi sesuai dengan perkembangan zaman, kebiasaan ngawuluku mulai tergantikan oleh traktor, disebabkan lebih cepat membajak sawah bila menggunakan traktor dan  sekarang ini agak sulit mendapatkan kerbau. Di beberapa daerah masih banyak penduduk desa yang belum bisa mengoperasikan mesin traktor, sehingga ngawuluku masih menjadi kebiasaan orang Sunda untuk membajak sawah. 

Foto: @cepra_27

Nah, pada kegiatan ngawuluku tersebut, pada zaman dahulu, petani kerap bersenandung, yang dinamakan mideur. Tembang mideur ini adalah nyanyian kerja petani kepada kerbau, salah satu bentuk perintah untuk alur kerbau selama proses membajak sawah. Dilansir dari sebuah dongéng Aki Guru/Manglé No. 2299, bertajuk "Munding Dikawihan Kuda Didangdanan" menceritakan tentang kenapa munding (kerbau dalam bahasa Indonesia) dinyanyikan saat proses membajak sawah. Begini lirik yang terkandung dalam dongeng tersebut:

Mideur, kia, arang, luput
Mideur téh hartina malik
Ari arang mah kaliwat
Lamun kia sisi teuing
Luput téh nya mengkol téa
Eta kawih keur ilaing

Halaman Selanjutnya

Komentar

wave
  • John Doe

    Almeda

    Jan 18, 2022 15:27

    Evеry ᴡeekend i usеd to pay a visit thіs web site, as i wish for enjoymеnt, since this thіs web page conations actᥙally good funny information too.

  • John Doe

    Shawnee

    Jan 19, 2022 15:25

    I ցot this website from my pal who shared with me about this site and at the moment this time I am visitіng this website and reading very informɑtive posts at this time.

  • John Doe

    Velva

    Jan 24, 2022 05:32

    Hі there to every one, it's genuinely ɑ good for me to visit this web site, it consists of valuable Infоrmation.

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel