Masyarakat Diajak Ikuti Lomba Desain Motif Batik Khas Sumedang 2026

Author inimahsumedang • Event • August 3, 2026

SUMEDANG — Masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Kabupaten Sumedang diajak berpartisipasi dalam Lomba Desain Motif Batik Khas Sumedang 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sumedang Ngabatik 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang, dengan Galih Muda Berdaya sebagai panitia penyelenggara. Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai sponsor.

Lomba dibuka sebagai ruang partisipasi masyarakat untuk menerjemahkan sejarah, alam, budaya, seni tradisi, kuliner, arsitektur, tokoh, serta kearifan lokal Sumedang ke dalam desain motif batik yang orisinal, inovatif, dan memiliki filosofi kuat.

Pendaftaran dan pengumpulan karya berlangsung mulai 16 Juli hingga 9 Agustus 2026. Seluruh karya yang memenuhi ketentuan administrasi akan memasuki proses seleksi dan penjurian pada 10 Agustus 2026.

Peserta dapat berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, seniman, desainer, komunitas kreatif, pelaku UMKM, maupun pembatik. Peserta harus memiliki keterkaitan dengan Kabupaten Sumedang, baik berdasarkan domisili, asal daerah, tempat belajar, tempat bekerja, maupun aktivitas komunitas.

Tema utama yang diangkat dalam lomba adalah “Sumedang dalam Motif Batik: Sejarah, Alam, Budaya, dan Kearifan Lokal”, dengan semangat “Merawat Identitas, Menenun Karya, Mengangkat Sumedang ke Panggung Nusantara.”

Peserta dapat mengembangkan desain dari berbagai ikon dan identitas lokal Sumedang, antara lain:

  • Mahkota Binokasih;
  • Lingga Sumedang;
  • Kuda Renggong;
  • Hanjuang;
  • Kerajaan Sumedang Larang;
  • Prabu Geusan Ulun;
  • Gunung Tampomas;
  • Bendungan Jatigede;
  • Tarawangsa; dan
  • Masjid Agung Sumedang.

Peserta tetap dapat mengeksplorasi unsur lain sepanjang memiliki keterkaitan yang kuat dan dapat dijelaskan dengan identitas Kabupaten Sumedang.

Setiap peserta diminta mengirimkan desain motif dalam format digital, judul karya, narasi atau filosofi motif, serta penjelasan mengenai sumber inspirasi yang digunakan. Karya yang dikirimkan wajib merupakan karya asli peserta, tidak menjiplak, tidak melanggar hak pihak lain, dan belum pernah menjadi pemenang dalam lomba sejenis.

Penilaian akan memperhatikan kesesuaian desain dengan identitas Sumedang, kekuatan filosofi dan narasi motif, kreativitas dan orisinalitas, estetika visual, komposisi warna, serta potensi desain untuk diterapkan menjadi karya batik.

Desain terbaik hasil penjurian akan dikembangkan pada tahap berikutnya menjadi kain batik. Dengan demikian, karya peserta tidak hanya dinilai sebagai desain visual, tetapi juga memiliki peluang untuk diwujudkan, dipamerkan, didokumentasikan, dan dikembangkan menjadi bagian dari identitas kreatif Kabupaten Sumedang.

Melalui lomba ini, penyelenggara berharap masyarakat ikut berperan dalam melahirkan motif batik khas Sumedang yang dapat dibanggakan, dikenali secara luas, serta memiliki nilai budaya dan ekonomi.

Pendaftaran, petunjuk teknis, dan pengumpulan karya dilakukan secara daring melalui laman resmi sumedangngabatik.id. Informasi terbaru juga dapat diikuti melalui kanal media sosial resmi Sumedang Ngabatik 2026.