Orang Minang dan Perintisan Muhammadiyah Sumedang

Dikabarkan juga, Hizbul Wathan, gerakan kepanduan Muhammadiyah di Sumedang sudah mempunyai lebih dari dua ratus orang kader yang juga akan dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial tersebut. Selain itu, Muhammadiyah Sumedang akan membuka sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) pada 1 Juli 1953. Ketika itu, jumlah pendaftarnya sudah mencapai 913 pemuda dari seluruh penjuru Sumedang. Sekolah ini hanya menerima murid sebanyak 122 orang saja.

Susunan kepengurusan perdana Muhammadiyah Sumedang sangat sederhana. Berdasarkan data yang diperoleh dari monograf sebelumnya, tokoh-tokoh yang masuk ke dalam susunan kepengurusan pertama adalah Moh. Toha (Ketua), Abdullah Hakim (Wk. Ketua), Abdul Muis (Sekretaris), Hanafiah (Bendahara), Tajudin Rasul (Bagian Tabligh), Anang (PKU), dan Kosam (Komisaris).

Muhammadiyah Sumedang di bawah kepemimpinan Moh. Toha berlangsung sejak tahun 1953 hingga 1962. Setelah itu, organisasi ini dipimpin oleh K.H. Raden Ayub (1962-1985), H.M.E. Kosasih (1985-1990), Drs. H. Kusnadi (1990-1995), Kiai Sukandi Ishak (1995-2000), Drs. Ayi Muhammad Toha (2000-2002), K.H. U. Nasruddin Thoha (2002-2010), Drs. H. Mardjohan (2010-2015), KH. Dr. Dadang Wahyudin, M.Ag., dan kini amanah kepimpinanan Muhammadiyah Sumedang sedang diemban kembali oleh K.H. U. Nasruddin Thoha.

Oleh: Naufal A.
Pegiat Sejarah

Halaman Sebelumnya

Komentar

wave

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar

wave

Cari Artikel