Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, Waspadai Penyakit Ini
Musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang dengan kondisi yang lebih kering. Menghadapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan karena sejumlah penyakit berpotensi meningkat.
Beberapa penyakit yang umum muncul saat kemarau ekstrem antara lain diare, infeksi saluran pernapasan (ISPA), dehidrasi, hingga malnutrisi.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa kemarau ekstrem dapat menyebabkan pasokan air bersih menurun. Kondisi ini berdampak pada kebersihan lingkungan dan membuat virus serta bakteri lebih mudah berkembang, sehingga risiko penyakit seperti diare meningkat.
Selain itu, suhu udara yang tinggi saat kemarau juga bisa memicu dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh. Masyarakat juga diminta mewaspadai heatstroke, terutama jika mengalami gejala seperti suhu tubuh di atas 40 derajat Celsius, kulit terasa panas dan kemerahan, pusing, hingga muntah.
Tak hanya itu, kualitas udara yang memburuk akibat asap dan debu selama musim kemarau juga berisiko memicu ISPA. Sementara kekeringan berkepanjangan dapat berdampak pada produksi pangan dan meningkatkan risiko malnutrisi.
Untuk mencegah berbagai penyakit tersebut, masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan air minum, istirahat yang cukup, menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di bawah terik matahari, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membakar sampah maupun lahan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak buruk musim kemarau
Kategori
-
390
-
153
-
133
-
98
-
112